Ramadhan Berbagi, SMAN 1 Maronge Bagi-bagi Takjil

Ramadhan Berbagi” Siswa SMAN 1 Maronge yang dipimpin oleh Ibu Guru N.H Dakwati M.Pd melakukan pembagian takjil gratis itu dengan berjalan keliling desa Maronge.
Foto : Ramadhan Berbagi” Siswa SMAN 1 Maronge yang dipimpin oleh Ibu Guru N.H Dakwati M.Pd melakukan pembagian takjil gratis itu dengan berjalan keliling desa Maronge (MetroNTB/Ist)

Sumbawa, MetroNTB.com – Berbagi kebaikan dan mendengarkan hal baik di bulan suci ramadhan merupakan hal dianjurkan oleh agama. Seperti menghatamkan Al-Qur’an, mendengarkan ceramah, mengikuti kajian keislaman dan berbagi takjil.

Mengikuti anjuran dibulan suci ramadhan itu, SMAN 1 Maronge menggelar kegiatan bagi-bagi takjil gratis keseluruh masyarakat desa Maronge kecamatan Maronge kabupaten Sumbawa

Dengan Tema “Ramadhan Berbagi”
Siswa SMAN 1 Maronge yang dipimpin oleh Ibu Guru N.H Dakwati M.Pd melakukan pembagian takjil gratis itu dengan berjalan keliling desa Maronge.

Saat dikonfirmasi lewat Via WhatsApp, 01/05/21, N.H Dakwati M.Pd, yang akrab disapa Ratu itu mengatakan, pembagian takjil ini sebagai upaya menanamkan kebaikan kepada sesama manusia, baik itu selama bulan puasa maupun selepas bulan puasa. Sehingga pada kesempatan ini juga bukan hanya siswa yang memiliki naluri berbagi, tapi akan lebih dari itu.

“Selain aksi mulia, kami juga sedang mengedukasi masyarakat bahwa bagaimana nikmatnya berbagai kebaikan di bulan yang penuh berkah. Dan ternyata, lewat aksi ini hadirkan senyum antara mereka yang menerima takjil dan mereka yang membagikan Takjil,” ujar Ratu

Kegiatan pembagian takjil ini merupakan satu diantara tujuh program Pesantren Kilat SMAN 1 Maronge. Ia juga mengatakan bahwa Pesantren Kilat bukan program permanen Sekolah, tapi hanya ada pada saat bulan Suci Ramadhan sebagai wadah belajar khusus untuk mengembangkan dan mempraktekkan ajaran Islam pada siswa SMAN 1 Maronge.

“Pada bulan puasa ini, Pesantren kilat kita isi dengan Tujuh program, dengan Nawaitu ingin menghidupkan ajaran Islam pada diri peserta didik” ungkap Guru Alumni UIN Mataram itu

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa dalam program Pesantren itu ada tujuh Item, Yang pertama belajar cara membaca Al-qur’an, tadarusan, belajar shalat jenazah, belajar menulis Al-Qur’an, belajar ceramah, seni islami dan yang terakhir adalah Ramadhan berbagai atau pembagian takjil

“Seni Islami ini kita isi dengan memasak menjelang berbuka, lalu hasil dari masakan ini kami bagikan ke masyarakat sebagai bentuk bagi-bagi takjil” kata perempuan kelahiran Bima itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Maronge, Saparuddin, S.Pd, M.Pd mengatakan, tujuh dari item pesantren kilat ini merupakan terobosan mulia dalam rangka melahirkan Generasi yang cerdas ilmu dunia dan cerdas ilmu Akhirat.

Penanaman nilai dunia dan akhirat ini harus tetap didukung bagi semua guru-guru yang lain, tentunya dengan mensuport dan mengajak siswa-siswa itu sendiri. Oleh karena demikian, ikhtiar baik di bulan penuh berkah ini jangan sampai terlewatkan dengan sia-sia.

“Sebagai pucuk pimpinan, saya harus mendukung upaya ini, kalau program ini sukses, lalu melahirkan Generasi Qur’an dan Qur’ani tentunya kita semua yang bangga,” tutupnya (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here