Lima Desa di Kecamatan Kediri Terdampak Banjir

Hujan deras yang turun siang tadi sampai menjelang Isya kemarin Sabtu (1/5/2021) mengakibatkan 5 desa tergenang banjir yang sampai rumah warga sebagian tergenang yakni desa Montongare, Jagerage Indah, Ombe Baru, Gelogor, dan desa Dasan Baru di kecamatan kediri.
Foto : Hujan deras yang turun siang tadi sampai menjelang Isya kemarin Sabtu (1/5/2021) mengakibatkan 5 desa tergenang banjir yang sampai rumah warga sebagian tergenang yakni desa Montongare, Jagerage Indah, Ombe Baru, Gelogor, dan desa Dasan Baru di kecamatan kediri (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Hujan deras yang turun siang tadi sampai menjelang Isya kemarin Sabtu (1/5/2021) mengakibatkan 5 desa tergenang banjir  yang sampai rumah warga sebagian tergenang yakni desa Montongare, Jagerage Indah, Ombe Baru, Gelogor, dan desa Dasan Baru di kecamatan kediri.

Desa dasan baru salah satunya, setidaknya 3 dusun tergenang oleh luapan air sampai dengan lutut orang dewasa sampai pukul 01:20 malam ini, Minggu 2 Mei 2021.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Baehaqi yang sampai larut malam masih terjaga untuk mengecek lokasi-lokasi terjadinya banjir.

Didampingi Camat kediri Hermansyah dan kedesa mengecek lokasi banjir yakni di dusun Dasan baru, dusun Bangle, dan dusun Umunggu di desa Dasan Baru.

“Kami sudah mengecek lokasinya ternyata benar airnya sampai sekarang masih sampai lutut orang dewasa, tetapi masyarakatnya alhamdulillah baik-baik saja” ujar Baehaqi saat ditemui dilokasi pengecekan.

Bencana ini perlu mendapatkan atensi untuk tindakan selanjutnya. Kami sudah menghubungi BPBD supaya besok pagi untuk bergerak lebih cepat ke lokasi bencana, apa yang di perlu dibantu untuk masyarakat, karena kami sudah turun langsung ke lokasi,” kata Baehaqi

Kemudian juga di Desa Gelogor ada jembatan yang menghubungkan akses Desa gelogor dan desa Bagik Polak ada Talut menuju jembatanya runtuh sebagian.

Hal ini juga di ungkapkan Baehaqi saat mengecek lokasi didesa Gelogor. Sebagian talut di pinggirnya rusak, kepala desa turun tangan beserta warga setempat tadi sudah memasangkan polisi line (pengalang.req).

“Ini sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas, terutama kendaraan roda empat, kalau orang dan roda dua masih bisa melewati, tapi untuk berjaga-jaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here