Bank Indonesia Prediksikan Ekonomi NTB akan Membaik 2021

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memprediksikan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2021 dan tahun 2021 secara keseluruhan
Fot : Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji (baju putih) saat saat temu wartawan, Sabtu 1 Mei 2021 (MetroNTB/Man)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memprediksikan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2021 dan tahun 2021 secara keseluruhan.

“Berdasarkan beberapa indikator di sektor produktif, terlihat adanya tendensi perbaikan ekonomi di triwulan I-2021 yang tercermin pada dimensi kesehatan dan dimensi ekonomi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji saat temu wartawan, kemarin

Ia memaparkan, dari dimensi ekonomi, perkiraan pertumbuhan kinerja ekonomi tercermin pada sektor pertanian yang didorong oleh panen padi yang puncaknya terjadi pada bulan Maret 2021.


“Berdasarkan hasil survei lapangan, produktivitas komoditas padi dinilai baik dengan adanya curah hujan pada musim tanam 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020,” tuturnya

Selain pertanian, lanjutnya sektor pertambangan pun terlihat tumbuh pada triwulan-I 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Perbaikan juga terlihat pada sektor kontruksi, dimana pembangunan proyek besar pemerintah seperti bendungan, jalan bypass BIL-Mandalika, dan Sirkuit Mandalika yang sedang berjalan,” kata Heru

Selanjutnya, perbaikan ekonomi pada sektor produktif, perbaikan ekspektasi ekonomi juga terlihat di sisi konsumen. Pada bulan April 2021, data Indeks Keyakinan Konsumen mengalami peningkatan dibandingkan dengan Maret 2021 di angka 99, hampir mencapai level optimis di angka 100.

Sejalan dengan kecendrungan perbaikan ekonomi NTB, untuk penguatan ekonomi pada sektor non tambang di Provinsi NTB, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Balai Karantina Pertanian, Bea Cukai, dan stakeholder terkait sepakat untuk melakukan percepatan dan penguatan ekspor komoditas unggulan non tambang sebagai new engine of growth yang bersifat community development.

“Saat ini, Provinsi NTB memiliki potensi ekspor non tambang seperti komoditas kopi, vanili, lobster, mutiara, teripang, ikan segar, kerajinan ketak, dan sarang burung walet,” terang Heru

Ia menambahkan dalam aspek pengendalian inflasi, Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, antara lain Dinas Perdagangan Kota Mataram telah menyelenggarakan operasi pasar murah (OPM) yang bertujuan untuk mendorong daya beli masyarakat kalangan bawah.

OPM diselenggarakan di kota Mataram selama total 6 hari dengan menyediakan beberapa komoditas bahan pokok penyumbang inflasi, antara lain daging sapi, daging ayam, telur, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, dan gula.

“Kegiatan tersebut dihadiri oleh 1.708 orang masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Heru menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here