UMKM Binaan BI NTB Ekspor Kopi Robusta ke Korea Selatan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia di NTB kembali mengekspor kopi jenis robusta sebanyak dua kontainer atau 44 ton ke Korea Selatan
Foto : Pelepasan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Balai Karantina Pertanian, Bea Cukai, dan stakeholder terkait, di halaman kantor BI NTB, Senin 19 April 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia di NTB kembali mengekspor kopi jenis robusta sebanyak dua kontainer atau 44 ton ke Korea Selatan.

Pelepasan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji,
Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Balai Karantina Pertanian, Bea Cukai, dan stakeholder terkait, di halaman kantor BI NTB, Senin 19 April 2021.

“Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan NTB. Ekspor kopi yang dilakukan oleh eksportir UD. Berkah Alam merupakan komitmen pengiriman 140 ton Kopi jenis robusta ke Korea Selatan,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Heru Saptaji


Ia menjelaskan, keberhasilan pengiriman kopi ke Korea Selatan ini terwujud melalui sinergi dan kolaborasi BI, Pemerintah Daerah Provinsi NTB, Otoritas terkait antara lain Bea Cukai dan Balai Karantina serta BRI Cabang Praya sebagai penyedia jasa pembiayaan maupun PT. Ammar Sasambo Internasional sebagai mitra.

“Dukungan strategis lainya juga diberikan oleh PT. Pelindo, PT. Angkasa Pura dan Garuda Indonesia sebagai mitra strategis dalam kegiatan Ekspor NTB,” kata Heru

Untuk menjaga kesinambungan ekspor perlu penguatan dari sisi hulu berupa peningkatan kualitas produk dan kapasitas produksi. Oleh sebab itu pendampingan dan peningkatan kapasitas petani kopi perlu dilakukan oleh pemangku kepentingan.

“Hal tersebut menjadi fokus dari BI saat ini untuk percepatan dan penguatan ekspor di Provinsi NTB,” tuturnya

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi menjelaskan sesuai dengan taggline “Bangkitkan Ekonomi Rakyat Nurut Tatanan Baru” dalam konteks ekonomi dengan adanya tiga pilar yaitu Tim Pemasaran Ekonomi Daerah (TIPD) TEPD dan tim percepatan dan perluasan ekspor merupakan suatu hal yang sangat strategis untuk membantu NTB.

“Pemerintah memberikan Atensi bagaimana meningkatkan arus investasi ke negara dan daerah dengan melahirkan kebijakan spesial Elekonomi zone atau kawasan ekonomi khusus agar para investor beramai-ramai ke Indonesia khususnya berinvestasi ke NTB contohnya dengan keberadaan KEK Mandalika,” katanya

Ditambahkan, dengan dibentuknya KEK diharapkan bisa mengundang investor sebanyak-banyaknya dengan meningkatkan volume ekspor negara dengan berbagai komoditi unggulan yang tentunya harus meningkatkan kualitas dan menjaga kontinuitas atau menghasilkan banyak produk unggulan, industriliasisasi dan hilirasi yang tentunya harus mendapat dukungan dari otoritas bea cukai, otoritas Kepelabuhan dan Kebendaharaan yang dimana volume ekspor dari tahun ke tahun diharapkan mengalami peningkatan (*)

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here