Presiden Ingatkan Penanganan Pandemi COVID-19 Jelang Lebaran

Presiden Joko Widodo mengingatkan pengendalian pandemi Covid 19 menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H
Foto : Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat virtual meeting virtual di Istana Negara yang diikuti seluruh kepala daerah se Indonesia, Rabu 28 April 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan pengendalian pandemi Covid 19 menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Jangan kehilangan kewaspadaan jika terjadi kenaikan (kasus positif) sekecil apapun segera tekan kembali”, tegas Jokowi melalui virtual meeting di Istana Negara yang diikuti seluruh kepala daerah se Indonesia, Rabu 28 April 2021.

Terlebih pasca kondisi pandemi di India, Turki dan beberapa negara benua Amerika seperti Brazil, Meksiko dan negara di Uni Eropa yang mengalami lonjakan kasus Covid 19.

Menjelang libur panjang, Jokowi menegaskan kepada para kepala daerah pentingnya pembatasan kegiatan skala mikro dan penerapan protokol kesehatan karena kenaikan angka positif cenderung terjadi pada saat libur panjang.

“Libur Paskah beberapa waktu lalu menaikkan angka positif hingga dua persen,” ungkapnya

Beberapa daerah juga sudah terpantau naik sehingga menjelang libur hari raya ini, Presiden meminta untuk berhati hati dan waspada dengan mengikuti angka dan kurva kenaikan di tiap propinsi dan kabupaten/kota bersangkutan.

Terkait larangan mudik, sosialisasi yang terus menerus bisa menurunkan angka pemudik dari 89 juta menjadi 18,9 juta orang sehingga pengaturan dan pengendalian mudik tidak lagi seperti tahun lalu yang membuat kenaikan angka kasus hingga 98 persen.

Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian, Jokowi juga mengingatkan agar daerah terus melakukan vaksinasi sesuai target yang ingin dicapai.

“Sampai dengan 27 April, dosis vaksin yang disuntikkan baru mencapai 19 juta dosis dari target Juli mendatang 70 juta orang,” tuturnya

Pengendalian pandemi ini dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan ekonomi yang makin membaik. Seperti kata Jokowi, pada Januari kasus harian pernah mencapai 14 ribu dan turun menjadi 4 ribu kasus  sehingga kondisi ekonomi mulai Maret dan April normal.

“Artinya dengan pertumbuhan yang baik di kuartal kedua tahun ini, target pertumbuhan lima setengah persen optimis akan tercapai,” ujarnya

Indikasi ini terlihat dari purchasing manager index dengan bergeraknya industri, pabrik dan manufaktur sebesar 53 poin dari sebelum pandemi dia angka 51. Tingkat konsumsi listrik masyarakat juga mulai naik 3,3 persen. Impor barang modal juga naik 33,7 persen yang sebelumnya negatif.

“Begitupula index keyakinan konsumen naik 93 persen, index penjualan retail naik 182,3 persen,” ungkapnya

Presiden juga mengingatkan belanja APBD untuk modal segera dipercepat karena sampai Maret baru terealisasi lima persen sementara transfer anggaran pusat 182 triliun masih mengendap di bank daerah.

“Bansos dan BLT desa segera dicairkan agar perputaran uang mendorong ekonomi,” pungkasnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here