Kadis PMPD dan Dukcapil NTB Apresiasi Inovasi Desa Wisata Kesik

Dinas Pemberdayaan Mayarakat Pemerintah Desa dan Kependudukan Pencatatan Sipil (DMPD dan Dukcapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai aplikasi siaga NTB efektif menjadi pusat edukasi masyarakat untuk memperoleh tentang kebencanaan
Foto : Kepala Dinas PMPD Dukcapil NTB Dr H Ashari, SH., MH (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB Dr H Ashari memberikan apresiasi pengembangan desa wisata Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur

“Langkah yang telah dilakukan sudah sangat tepat. Alhamdulillah, kami bersyukur desa Kesik membangun wahana yang diberi nama “Tirta Ratu”
dengan inovasi yang baik. Tentu itu semua tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak, terutama masyarakat desa kesik sendiri,” ungkapnya

Ashari bersyukur, pembangunan objek wisata Tirta Ratu tersebut tidak meninggalkan kearifan lokal. Terlebih adat dan budaya sesa Kesik sendiri.


Tak lupa, Kepala Dinas yang pernah menjabat sebagai Pjs Bupati Lombok Utara tersebut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Infrastruktur dan SDM harus seimbang, keduanya harus saling menguatkan,” pinta Ashari

Kepala Desa Kesik Kadri
mengungkapkan hadirnya wahana ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat baik skala lokal maupun nasional.

“Dalam menunjang wahana ini, pemerintah desa sudah menyiapkan sumber mata air tanah dengan kapasitas 8 liter per detik,” ungkapnya

Di lokasi wahana ini, lanjutnya terdapat pariwisata agrowisata dataran tinggi yang merupakan kawasan persawahan yang menyimpan potensi untuk kawasan pariwisata dan agrowisata

Untuk mencapai target pembangunan, pemerintah desa Kesik terus berupaya membangun komunikasi dengan Pemda Lotim, pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat.

“Keterlibatan semua pihak dibutuhkan karena nilai anggaran untuk pembangunan wahana super lengkap ini sebesar Rp16,5 miliar,” tutur Kadri

Selain hadirnya wahana tersebut, Pemdes Kesik juga memiliki potensi atraksi budaya dari tujuh sanggar yang tersebar di Desa Kesik, di antaranya Sanggar Gamelan, Gendang Beleq, Barong, Jaran Jorong dan lainnya.

“Bahkan masyarakat Desa Kesik memiliki keahlian tersendiri membuat beragam alat kesenian, di antaranya gamelan, jaran jorong, sehingga mampu mencakup semua kebutuhan di Lotim dan NTB pada umumnya serta tradisi masyarakat yang turun temurun,” kata Kadri menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here