Ketua PKB NTB Harap SOP New Normal Pariwisata Jadi Prioritas

Ketua PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani
Foto : Ketua PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani mengatakan upaya untuk mempercepat new normal atau kenormalan baru di sektor pariwisata di NTB perlu terus disiapkan dan didorong.

Selain karena sektor ini menjadi sektor prioritas kedua di NTB selain pertanian, dampak pandemi corona juga sudah sangat memukul perekonomian di sektor pariwisata juga belasan ribu tenaga kerja di sektor ini.

“Upaya persiapan untuk menyambut New Normal Pariwisata di NTB mestinya menjadi prioritas. Kami mendukung persiapan dan langkah yang sudah dilakukan Pemda NTB untuk sektor ini,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2020


Pandemi corona beberapa bulan terakhir memberikan banyak sekali dampak negatif untuk berbagai sektor. Tidak hanya membawa dampak pada gangguan kesehatan di berbagai negara, dampak virus corona juga terjadi pada sektor pariwisata.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata NTB, setidaknya 15 ribu tenaga kerja di sektor kepariwisataan terpaksa dirumahkan. Sebagian lainnya terpaksa menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sejumlah asosiasi pariwisata dan juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memang sudah menyalurkan bantuan sembako untuk para pekerja pariwisata yang terdampak pandemi corona.

Namun, Lalu Arie sapaan akrabnya mengatakan hal itu hanya bisa menanggulangi masalah tanggap daruratnya saja.

“Bantuan itu kan sifatnya sementara saja, saat tanggap darurat. Nah untuk menjadi normal dan kembali terbuka lapangan kerja di sektor pariwisata maka tidak ada pilihan lain selain mempersiapkan kenormalan baru. Artinya, harus kembali ada wisatawan yang datang ke NTB ini, agar pariwisata bisa bangkit,” tandasnya.

Ketua Fraksi PKB di DPRD NTB ini mengatakan, saat ini Kemenparekraf
RI sudah menyusun SOP New Normal Pariwisata.

“Berbekal SOP kenormalan baru itu, diharapkan pariwisata nasional termasuk di NTB bisa hidup kembali,” cetusnya

Sementara di daerah, Lalu Arie menilai persiapan yang sama sudah mulai dilakukan. Bahkan sejumlah pelaku wisata dan masyarakat di kawasan tiga Gili, sudah bersiap dengan kegiatan menyambut new normal pariwisata.

“Dinas Pariwisata juga sudah menyusun SOP untuk sejumlah destinasi, dan pelaku industri pariwisata kami lihat juga aktif dan mulai menerapkan kebutuhan new normal pariwisata,” imbuhnya

Menurutnya, meski dalam beberapa kategori daerah NTB belum bisa ditetapkan sebagai daerah yang sudah boleh menerapkan new normal. Lantaran jumlah kasus positif baru di NTB masih cukup tinggi, namun persiapan tetap harus dilakukan sejak saat ini untuk menuju new normal.

Karena itu, dirinya berharap pemerintah melalui Dinas Pariwisata bersama stakeholders kepariwisataan yang ada untuk memprioritaskan SOP New Normal Pariwisata NTB.

“Karena SOP ini akan menjadi guidance bagi sektor pariwisata kita ke depan. Di saat new normal bisa diterapkan,” tukasnya.

“Tentu keadaan kenormalan baru akan banyak berbeda. Kita hidup dan
beraktivitas normal tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang harus ditaati. Nah, ini harus mulai disiapkan, sehingga saat new normal nanti kita sudah siap. Terutama di sektor pariwisata ya, sektor yang saat ini paling terdampak pandemi ini,” sambung Lalu Arie

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah NTB terutama jajaran kesehatan yang terus menerus berjuang menangani
corona di NTB.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin dalam mentaati anjuran pemerintah dalam pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Ya tetap jaga jarak, rajin cuci tangan, dan selalu pakai masker. Ini harus menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat. Karena memang mau tidak mau dalam kondisi new normal pun, tiga hal ini menjadi paling
mendasar,” pintanya

Ia berharap dengan disiplin yang meningkat dan angka kasus menurun nantinya, NTB bisa segera ditetapkan sebagai daerah yang bisa menerapkan New Normal.

“Ya kita semua berharap, agar new normal bisa diterapkan dan pariwisata kembali bangkit. Tentu ini membutuhkan peran dan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat kita,” kata Lalu Arie menambahkan (*)