Pengembangan Desa Wisata Untuk Optimalkan Potensi Ekonomi

Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri agenda Diseminasi Hasil Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara dan Diskusi Strategi Pengembangan Pariwisata yang berlangsung di Hotel Santika, Selasa 19 November 2019
Foto : Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri agenda Diseminasi Hasil Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara dan Diskusi Strategi Pengembangan Pariwisata yang berlangsung di Hotel Santika, Selasa 19 November 2019 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Pengembangan potensi desa wisata diharapkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi

Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri agenda Diseminasi Hasil Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara dan Diskusi Strategi Pengembangan Pariwisata yang berlangsung di Hotel Santika, Selasa 19 November 2019

Wagub sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, yang terpenting dalam melayani masyarakat adalah melakukan sesuatu yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Jangan hanya sibuk dengan seremonial, konsep dan perencanaan tetapi apa manfaatnya bagi masyarakat adalah tujuannya,” kata Rohmi

Dikatakannya, dengan melihat data, sama artinya melihat kondisi yang sebenarnya di masyarakat. Keputusan yang diambil akan tepat sasaran dan efektif. Sehingga memiliki banyak manfaat dan terbuka satu sama lain khususnya terkait dengan pariwisata, butuh kerjasama, kontribusi dan sinergi dengan yang lain.

“Kita sudah buktikan selama ini, bagaimana perjalanan NTB step by step, yang semakin baik dan semakin baik. Semuanya adalah berkat kerjasama dari semua pihak. Bukan hanya pemerintah daerah dan pemerintah provinsi saja, tetapi juga karena kerjasama dengan stakeholder terkait dalam membangun pariwisata,” tutur Rohmi.

Saat ini, lanjutnya NTB sedang memperjuangkan beberapa program-program unggulan, salah satunya adalah desa wisata.

Desa wisata merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan memperjuangkan desa wisata, masyarakat setempat tentu tidak akan merusak lingkungan.

“Karena orang datang ke desa wisata itu untuk mencari alam, keindahan, keasrian, dan mencari sesuatu yang genuine yang ada di desa tersebut dari sisi kerajinan, kebudayaan, bahkan kehidupan masyarakat setempat dan kita harus memelihara itu semua,” ungkapnya

Rohmi mengatakan, desa wisata kedepannya diharapkan dapat memperjuangkan NTB yang asri dan lestari. Hal tersebut tidak bisa lepas, karena akan saling mempengaruhi satu sama lain.

“Mari kita dorong, generasi-generasi muda yang lain untuk mau membangun potensi ekonomi, potensi wisatanya, potensi sampah yang bisa menjadi berkah,” imbuhnya

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achris Sarwani menegaskan bahwa survei ini seharusnya sudah dilakukan sebelumnya, untuk melihat karakteristik wisatawan asing yang berkunjung ke NTB.

“Di NTB untuk pertama kalinya dilakukan survei untuk melihat potret pariwisata NTB kedepannya,” katanya

“Masyarakat yang memiliki destinasi harus tahu cara mengelola destinasi tersebut sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung,” kata Achris menambahkan (Hms/*)