Pengamat Politik Unram : Sekda Harus Jadi Penasehat Gubernur

Foto : Suasana Diskusi Kamisan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 bekerjasama dengan Lombok Global Institute (Logis) membahas calon Sekda NTB. Kali ini, diskusi kedua tersebut bertajuk "Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola". Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram pada Kamis malam, 31 Oktober 2019 (MetroNTB/Dok)

Mataram, MetroNTB.com – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 kembali menggelar diskusi kamisan bekerjasama dengan Lombok Global Institute (Logis). membahas calon Sekda NTB. Kali ini, diskusi kedua tersebut bertajuk “Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola”. Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram pada Kamis malam, 31 Oktober 2019.

Akademisi sekaligus Pengamat Politik Universitas Mataram, Dr Asrin, menjelaskan Sekda ideal harus dapat meyakinkan gubernur soal kebijakan yang akan dikeluarkan, sehingga gubernur tidak terjebak dalam kekeliruan melahirkan kebijakan yang berdampak pada publik maupun politik.

“Bagaimana mampu meyakinkan gubernur bahwa kebijakan tidak berakibat fatal dengan masyarakat dan berakibat fatal secara politik. Sehingga gubernur tidak salah arah dalam mengambil keputusan, apalagi ketika politik interes sangat tinggi,” tuturnya.

“Jika Sekda hanya sebagai tukang ketik, maka bangkrut negara ini. Pemda ini bangkrut,” katanya.

Sekda menurutnya, dapat memahami apa keinginan daerah sekaligus apa keinginan masyarakat. Pada posisi tersebut peran profesionalitas Sekda dipertaruhkan, karena terkadang, kepentingan daerah dipengaruhi kepentingan politis, sehingga berdampak pada masyarakat.

“Kita berharap Sekda NTB ke depan cerah dan bisa memberikan pertimbangan pada gubernur,” ucapnya (red)