Lima Program Strategis NTB Ditetapkan Menjadi Program Nasional

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) PNTB, Wedha Magma Ardhi
Foto : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) PNTB, Wedha Magma Ardhi (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Sebanyak lima (5) program dari delapan (8) usulan program strategis daerah Provinsi NTB telah diakomodir dan disetujui menjadi program pembangunan strategis nasional yang ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) PNTB, Wedha Magma Ardhi usai memimpin rapat pemantapan bahan usulan RPJMN 2020-2024, di ruang rapat Geopark Rinjani Bappeda NTB di Mataram, Senin 11 November 2019.

Ia menjelaskan, kelima program itu meliputi sejumlah program penopang percepatan pembangunan di NTB.
Diantaranya pembangunan infrastruktur untuk konektivitas dan aksesibitas wilayah serta pariwisata dan pembangunan SDM unggul agar terciptanya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

“Kepastian disetujuinya lima (5) program strategis NTB ke dalam RPJMN tersebut, didapatkan berdasarkan keputusan Kementerian Bappenas beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya dilakukan pembahasan dan kajian yang cukup panjang,” terang Addi

Menurutnya, kelima usulan program itu meliputi, Pertama, pembanguman smelter dan industri turunannya di Kabupaten Sumbawa Barat. Pembangunan smelter disetujui, kata dia karena program tersebut termasuk kedalam 19 kawasan prioritas nasional.

“Sementara beragam industri turunannya, masih akan dibahas lebih lanjut,” kata Ardi

Kedua, tuturnya usulan pembangunan konektivitas Pulau Sumbawa terhadap Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Mandalika dan Labuhan Bajo.

Dikatakannya, usulan konektivitas ini didasarkan pertimbangan besarnya potensi dan sumber daya yang perlu dikembangkan dikawasan itu. Termasuk salah satunya Pulau Sumbawa memiliki cagar biosfer dunia dan juga potensi wisata bahari yang kaya akan keindahan laut dan alamnya.

“Kita tahu di Sumbawa terdapat Cagar Biosfer dan kawasan Samota sehingga betul betul dapat dipastikan konektivitasnya. Ini bagian yang kita perjuangkan,” ujarnya.

Ketiga, lanjutnya pembangunan jalan nasional lintas Pulau Sumbawa (ruas jalan Pototano-Sape) juga ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional.

Meskipun diterima, namun pembangunannya akan lebih diprioritaskan pada ruas jalan menuju kawasan SAMOTA. Pasalnya, kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora merupakan kawasan yang jadi prioritas pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus setelah KEK Mandalika Lombok.

“Selain Samota, Ruas Jalan yang diprioritaskan yaitu ruas jalan menuju pelabuham Aibari Sumbawa,” terang Ardi.

Keempat, adalah pengembangan KEK Mandalika dari sisi SDM-nya juga diterima dan ditetapkam sebagai bagian dari pembangunan nasional. Sehingga usulan peningkatan SDM ini sudah terakomodir dalam badan pengembangan keahlian dan stakeholder lainnya.

Kemudia usulan pemerintah NTB yang terakahir yang masuk dalam jangka pembangunan nasional adalah, Pengembangan geopark Rinjani dan Tambora.

“Dua gunung kebanggaan masyarakat NTB ini merupakan icon utama dalam semua  icon wisatanya. Infrastruktur pendukung dan berbagai macam fasilitas pendukung lainnya menjadi direktif pemerintah pusat,” pungkasnya (red)