Akademisi : Sekda NTB Harus Pintar Komunikasi

Foto : Suasana Diskusi Kamisan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 bekerjasama dengan Lombok Global Institute (Logis) membahas calon Sekda NTB. Kali ini, diskusi kedua tersebut bertajuk "Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola". Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram pada Kamis malam, 31 Oktober 2019 (MetroNTB/Dok)

Mataram, MetroNTB.com – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 kembali menggelar diskusi kamisan bekerjasama dengan Lombok Global Institute (Logis). membahas calon Sekda NTB. Kali ini, diskusi kedua tersebut bertajuk “Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola”. Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram pada Kamis malam, 31 Oktober 2019.

Akademisi Dosen IPDN Jatinangor
Dr Wildan menjelaskan Sekda sangat penting sehingga Mendagri hingga presiden ikut menentukan, karena Sekda dipandang sebagai pengawal kepentingan nasional.

“Proses rekrutmen Sekda kenapa sampai Mendagri dan presiden menentukan karena posisi Sekda sebagai pembina kepegawaian bahwa diharapkan dapat mengawal kepentingan nasional,” ujarnya.

Dr Wildan berharap Sekda NTB terpilih nantinya tidak hanya memiliki integritas, tapi juga kemampuan komunikasi. Dia mencontohkan, banyak dinamika yang buntu antara pemerintah daerah dengan dewan atau DPRD, karena ketidakmampuan komunikasi Sekda sendiri.

“Sekda harus memiliki kemampuan komunikasi, karena banyak dinamika dengan dewan kadang buntu karena kemampuan komunikasi,” jelasnya.

Dia meminta Sekda harus dapat membangun jaringan dengan pemerintah pusat maupun kementerian.

“Orang pintar dan jujur belum tentu memiliki kemampuan jaringan seperti itu,” ujarnya.

Terkahir, dia berharap Sekda tidak menjadi “tukang ketik” penetapan pegawai. Karena, Sekda memiliki tugas mengembangkan pegawai secara profesional dan jujur.

“Sekda harus memiliki kemampuan khusus pengembangan pegawai, harus memiliki perhatian lebih. Sekda juga tidak boleh menjadi ‘tukang ketik’ dalam penempatan pegawai, karena dia mengawal pengembangan karier dan profesionalisme pegawai,” tegasnya (red)