PMKRI Mataram Jadi Tuan Rumah KSR Komda Ke III

MetroNTB.com – Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PKMRI) Cabang Kota Mataram menjadi tuan rumah Konferensi Studi Regional (KSR) Komda III. Kegiatan pembukaan diawali dengan Seminar Nasional dengan tema “Persatuan an keberagamaan dalam bingkai Pancasila  menuju Indonesia baru”, dilaksanakan di Aula Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Rabu 4 September 2019.

Seminar dihadiri oleh peserta dari perwakilan OKP, pelajar dan Mahasiswa  se-Kota Mataram, Kepala Kesbangpoldagri Prov. NTB, H Lalu Syafii, Dirintelkam Polda NTB, Kombes Pol Susilo Rahayu, Direktur Santri Foundation, Tjatur Kukuh, Aktifis senior , Sri Sidoarjo, Ketua PGI NTB Pendeta Viktor Hutauruk, Sekjen PP PMKRI  periode 2018-2020, Tarsono Silalahi Ketua PMKRI Cabang Kota Mataram, Adolfus Aku.

Ketua panitia Sefrianus Adirto Utus mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Konferensi Studi Regional (KSR) KOMDA III dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Adapun pesertanya bukan hanya berasal Mataram, namun dari Luar daerah, seperti Surabaya dan Malang.

Kegiatan rencana akan diselenggarakan dari tanggal 4 hingga 7 September 2019 dengan menghadirkan narasumber baik dari Kesbangpoldagri NTB, Polda NTB maupun dari para senior dan tokoh masyarakat lainnya.

“Semoga kegiatan ini berjalan sesuai dangan harapan,” harapnya

Sementara, Ketua PMKRI Cabang Kota Mataram, Adolfus Aku mengatakan, warga katholik di NTB serta pemuda NTB merasa bangga dan senang dengan adanya seminar dan kegiatan ini dilaksanakan untuk memupuk persatuan dan kesatuan dalam berbagai keberagaman dalam bingkai NKRI.

“Kami di Kota Mataram dengan berbagai etnis suku, agama hidup berdampingan dan semoga selalu terjalin kebersamaan dalam berbagai keberagaman ini sehingga kita anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa menjadi tolak ukur masa depan bangsa yang maju dalam kemajemukan dan kemandirian” jelasnya.

Alumni PMKRI Kota Mataram, Yustinus Magut menambahkan, Indonesia memiliki harapan kepada adik-adik pemuda jangan mudah dipecah belah oleh kelompok yang ingin perpecahan bangsa.

“Pemuda memiliki kritis untuk kemajuan bangsa agar kita mampu bersaing dengan bangsa lain,” katanya

Dikatannya, sudah 74 tahun Indonesia merdeka namun masih ada yang ingin merusak dan merongrong persatuan bangsa.

“Kita boleh dinamis karena masih ada ketidakadilan, namun perlu kita baca dan cermati bersama agar keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara selalu terjaga,” cetusnya

“Kami meminta kepada para Romo dan pendeta memberikan arahan kepada kita semua. Kami minta adik-adik yang datang dari luar daerah untuk melihat kerukunan kita di NTB dan keindahan alam di NTB. Harapan kami sebagai alaumi selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia baru,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan seminar mengatakan, dirinya bangga kepada anak-anak muda yang memiliki visi dan misi membangun bangsa.

Ada sebuah Ilustrasi dari sebuah kisah tentang anak bangsa yang berbeda yaitu warga Malaysia dan Singapura. Anak Malaysia kemudian terheran dengan kemajuan yang ada di Singapura dan bertanya apa konsep keberhasilan sebuah bangsa dan dijawab adalah persatuan.

“Kita tidak mungkin akan bicara tentang persaudaraan kalau dalam hati  tidak kita tanamkan keberagamaan persatuan dan persaudaraan antar anak bangsa sehingga dengan seminar ini dapat memberikan pengetahuan tentang keberagamaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya

Untuk diketahui, Pemda NTB punya program mengirimkan mahasiswa ke luar negeri untuk menanamkan keberagamaan dan perbedaan.

“Sehingga pengalamannya secara empiris yang muncul selama kuliah dalam negeri adalah kedaerahan sehingga ketika kirim le luar negeri yang muncul nantinya adalah kebanggaan terhadap Indonesia,” pungkasnya (red)