Peningkatan Literasi Dasar Melalui Gerakan Kembali Ke Khittah Pendidikan

Foto : Suasana Pelatihan Pembelajaran Literasi Kelas Awal (PELITA) kerjasama dengan INOVASI, yang digelar di Lombok Astoria Hotel, 23-25 Agustus 2019 (MetroNTB/Jack)

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menggerakan Program Kembali Ke Khittah Pendidikan melalui peningkatan literasi dasar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara Dr. Fauzan saat membuka Pelatihan Pembelajaran Literasi Kelas Awal (PELITA) kerjasama dengan INOVASI, yang digelar di Lombok Astoria Hotel, 23-25 Agustus 2019.

Menurutnya, kemampuan literasi siswa saat ini menjadi fokus Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belana Daerah (APBD). Pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang besar khusus untuk meningkatkan ketercapaian belajar siswa di kelas.

“Hal ini merupakan komitmen Pemerintah untuk melakukan scale-out atau penyebarluasan program INOVASI di tingkat gugus-gugus di Lombok Utara.
Saat ini sebanyak 20 sekolah sekolah mengikuti pelatihan PELITA yang biayanya bersumber dari APBD Kabupaten Lombok Utara tahun 2019,” ungkapnya.

Selain PELITA, INOVASI juga telah melakukan beragam kegiatan untuk mendorong peningkatan literasi siwa, diantaranya pelatihan Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif dan Kontekstual), Gema Literasi, Formatif Assesment dan program Saya Suka Membaca kerjasama dengan Yayasan Tunas Aksara.

“Khusus guru-guru yang dilatih ini adalah guru kelas 1, 2 dan kelas 3 serta kepala sekolah, pengawas dan kepala UPTD,” kata Fauzan

Menurut data Eraly Grade Reading Assesment (EGRA) yang dilakukan INOVASI di tiga kecamatan di Lombok Utara, rata-rata sebanyak 31,1 persen siswa yang dapat mengenal huruf, 21,7 persen siswa dapat membedakan bunyi awal kata, 25,5 persen dapat membaca kata tidak bermakna dan 19,5 persen pemahaman membaca.

Berdasarkan data EGRA ini juga ditemukan bahwa siswa perempuan cendering memiliki kemampuan membaca lebih baik dari pada siswa laki-laki.

Rendahnya kemampuan membaca siswa di Lombok Utara ini mendorong Pemerintah untuk terus melakukan terobosan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu Fasilitator Daerah (Fasda) Suwarto mengukapkan bahwa program PELITA dapat meningkatkan inovasi-inovasi baru bagi guru untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa.

Salah satu materinya adalah Kelas Literat yang mengajarkan kepada guru untuk membuat kelas kaya dengan bahan bacaan dan cetakan. Sehingga membuat siswa senang di kelas.

District Facilitator INOVASI untuk Lombok Utara Yossy Rachmatillah menjelaskan pelatihan PELITA saat ini dilakukan di dua gugus di Lombok Utara. Gugus Tioq Tata Tunaq di Kecamatan Tanjung dan Gugus Bayan di Kecamatan Bayan.

Setelah melakukan pelatihan untuk masing-masing unti yang diajarkan dalam PELITA, semua guru akan melakukan implementasi di kelas masing-masing.

“Kemudian para Fasilitator Daerah akan melakukan pendampingan kepada setiap guru. Metode ini dapat membuat guru untuk lebih mengimplementasikan unit PELITA dengan baik,” tandasnya (*)