RSUD NTB Siap-Siap Go Internasional, Ini Pesan Gubernur NTB

Foto : Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat memberi pengarahan kepada segenap manejemen dan stakeholder rumah sakit pada acara re-komitment akreditasi paripurna internasional di Halaman RSUD-NTB di Dasan Cermen Mataram, Senin 29 Juli 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB akan memasuki babak baru. Rumah sakit terbesar di Bumi Gora itu, tengah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menjadi rumah sakit terakreditasi paripurna bertaraf internasional (go to internasional).

“Mutu pelayanan terbaik kepada masyarakat merupakan syarat terpenting untuk dapat meraih predikat paripurna dan bertaraf internasional,” pesan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat memberi pengarahan kepada segenap manejemen dan stakeholder rumah sakit pada acara re-komitment akreditasi paripurna internasional di Halaman RSUD-NTB di Dasan Cermen Mataram, Senin 29 Juli 2019

Bang Zul sapaan akrabnya menegaskan bahwa melayani itu tidak cukup dengan training, tidak cukup dengan pelatihan saja. Tetapi dengan hati dan komitmen yang kuat dari dalam diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jika seluruh kekuatan di rumah sakit ini, didedikasikan untuk melayani masyarakat, maka saya meyakini pada tahun 2020 nanti, RSUD NTB layak menyandang akreditasi paripurna dan bertaraf internasional,” tegasnya

“Hal ini sejalan dengan misi NTB Gemilang yang bersih dan melayani,” kata Bang Zul

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh RSUD NTB untuk menghadapi penilaian kenaikan akreditasi paripurna dan internasional.

Pihaknya bersama seluruh jajaran dan stakeholder terkait lainnya, kata dr. Fikri saat ini terus memperkuat komitmen dan menyamakan persepsi menghadapi penilaian dari KARS atau Komite Akreditasi Rumah Sakit.

“KARS tersebut merupakan sebuah lembaga independent yang akan mengukur, apakah RSUD NTB memenuhi syarat untuk menjadi rumah sakit bertaraf internasional,” terangnya.

Ia menjelaskan, terdapat 20 elemen penilaian dari KARS. Dan beberapa point diantaranya memiliki kesulitan tingkat tinggi, terangnya.

Sebagai contoh, kata dia adalah menejemen obat dan ketersediaannya. Atau tantangan yang lebih besar yaitu penilaian Peningkatan Mutu dan Keselamtan Pasien (PMKP) yang merupakan jantungnya rumah sakit.

“Dan kami memiliki waktu kurang lebih 5 bulan untuk mempersiapkan ini,” tandasnya (red)