Ponpes Ijtihadul Mu’minin NU Kuripan Gelar Wisuda Hafidz Al Qur’an

Lombok Barat, MetroNTB.com – Pondok Pesantren Ijtihadul Mu’minin Nahdatul Ulama Kuripan Lombok Barat menggelar acara Wisuda Tahfidzul Qur’an angkatan ke 2, di halaman Ponpes, Minggu 30 Juni 2019.

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh para Tuan Guru, Tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri serta jama’ah Nahdiyin di lingkungan Ponpes NU Ijtihadul Mu’minin Kuripan.

Acara wisuda yang setiap tahun digelar mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak, dikarenakan anak didik berasal dari kalangan anak yatim dan dari keluarga yang kurang mampu, sehingga hal itulah yang membuat Pondok Pesantren ini mendapat banyak dukungan dari semua kalangan dalam mengembangkan program Tahfidznya.

Wisuda kali ini diikuti oleh 18 orang santri yang  merupakan siswa yang masih duduk dikelas 3 SD, kelas 1 MTs yang dididik selama satu tahun dan telah menghafal Al Qur’an mulai dari 2 hingga 7 Juz.

Ketua yayasan Ponpes NU Ijtihadul Mu’minin, Ustadz Sohibudin saat memberikan sambutan dalam acara tersebut menyampaikan rasa syukur dan kebangaannya atas hafalan Al Qur’an yang telah didapatkan oleh para santrinya selama satu tahun ini.

“Kami Bersyukur dan Merasa Sangat Bangga melihat anak-anak kami telah mampu menjadi para hafidz/ah Qur’an, dan kami berharap agar kedepannya anak-anak kami ini bisa terus meningkatkan hafalannya dan menjadi kebanggan kita semua,” ucapnya

Ustadz Sohibudin optimis dan meminta dukungan dari semua kalangan agar kedepannya Pondok Pesantren ini bisa terus mengembangkan program Tahfidz dan program-program lainnya.

“Terlebih lagi para santri di pondok pesantren ini sebagian besarnya berasal dari Anak Yatim dan keluarga Kurang mampu, sehingga tentu akan sangat banyak hal yang menjadi kebutuhannya, terutama dari segi biaya hidup sehari-hari dan biaya untuk mengikuti setiap program yang ada karena di pondok ini semua biaya hidup dan kebutuhan pendidikan santri ditanggung oleh yayasan,” tuturnya

“Kami selaku pengurus yayasan terus mengajak kepada semua pihak agar dapat mendukung kemajuan pondok kami, wabil khusus kepada para anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu yang kami gratiskan untuk menjadi hafidz/ah Al Qur’an,” imbuhnya

Senada, Pimpinan Ponpes Darussalam Bermi TGH Hardiyatullah Arridwani mengatakan sebagai pondok pesantren yang baru berdiri, tentu menjadi sebuah pencapaian yang sangat baik karena di usianya yang masih muda pondok pesantren ini telah mampu melahirkan para penghafal Al qur’an.

“Apa yang di tunjukkan oleh yayasan Ponpes Ijtihadul Mu’minin sangat luar biasa. Meskipun Pondok Pesantren ini masih tergolong muda, tapi upayanya untuk mendidik para santri untuk menjadi penghafal Al Qur’an sangat luar biasa,” tuturnya (red)