Menguji Calon Kepala Daerah, Sosok Siapa Yang Dibutuhkan ?

Foto : Husein Hizam sedang berbincang bincang dengan konsumen di Majapahit Food Center (MFC) miliknya yang di Kota Mataram, Minggu malam, 7 Juli 2019 (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Sebanyak tujuh (7) kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat dipastikan akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung 2020. Meskipun terhitung setahun lagi, namun momentum politik tersebut telah menarik perhatian publik.

Bagi sebagian orang, jika dihitung dari sekarang, 2020 mungkin terasa masih jauh. Namun, proses seleksi kepemimpinan sejatinya harus sudah dilakukan sejak saat ini.

Sejumlah figur telah muncul ke permukaan. Figur-figur tersebut, oleh masing-masing pihak diyakini mampu mengemban amanah sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah setempat. Dan tidak menutup kemungkinan, masih berpeluang munculnya figur-figur lain yang kompeten.

Misalnya untuk Kota Mataram, sejumlah figur senior muncul di arena politik seperti Mohan Roliskana, Putu Selly Andayani, Makmur Said, Lalu Winengan, Misbach Mulyadi, dan beberapa figur populer lainya.

Ada juga nama-nama baru yang belakangan muncul seperti Husein Hizam seorang pengusaha muda sukses di Kota Mataram.

Dengan telah munculnya nama-nama di atas maka partai politik atau publik harus memberikan ruang kepada figur-figur tersebut untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam konteks pembangunan untuk kemajuan daerah. Hal itu untuk menguji kualitas personal masing-masing.

Karena kepemimpinan bukan hanya soal cara melengkapi rasa dan memenuhi selera (individu atau kelompok, red) saja, tapi kepemimpinan sangat berkaitan dengan cara mereka secara objektif memimpin untuk memajukan daerahnya sekaligus mendorong masyarakat untuk terus berubah lebih baik.

Melalui penelusuran jejak perjalanan, ide dan gagasan yang dimiliki, publik akan memperoleh nformasi tentang “isi kepala” masing-masing figur, bukan -hanya- “isi tas” mereka. Membedah isi kepala jauh lebih penting sekedar isi tas (walaupun itu satu faktor yang tak bisa diabaikan).

Foto : Husein Hizam sedang berbincang bincang dengan konsumen di Majapahit Food Center (MFC) miliknya yang di Kota Mataram, Minggu malam, 7 Juli 2019 (MetroNTB/Man)

Ditemui di Majapahit Food Center (MFC), Minggu malam Husein Hizam, mengatakan, menjadi pemimpin itu amanah. Dan mengemban amanah itu pasti tidak ringan.

Namun demikian, jika masyarakat Kota Mataram menyerahkan mandat kepadanya untuk memegang amanah itu, tentu dirinya juga tidak akan menolak.

“Saya akan ambil dan pertanggungjawabkan amanah itu, dengan kemampuan yang saya miliki,” ucapnya

Menurutnya, Kota Mataram sangat potensial untuk pengembangan bisnis dan wirausaha. Masih banyak ruang di kota ini untuk mewujudkan potensi tersebut.

Terlebih ikon daerah ini adalah pariwisata. Karena itu dirinya melihat Kota Mataram bisa menyiapkan beragam usaha pendukung untuk menunjang sektor pariwisata.

“Ini salah satu saja. Masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan, yang selama ini terkesab diabaikan,” kata Husein menambahkan (red)