Kabid Penmad Kanwil Kemenag NTB Minta Kepala Madrasah Jadi Pelopor Tanggal Radikalisme

Foto : Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Zamroni Aziz (MetroNTB/Istimewa)

Kota Bima, MetroNTB.com – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Zamroni Aziz meminta seluruh kepala madrasah yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu untuk menjadi pelopor menangkal radikalisme dan paham anti Pancasila

“Kita melihat akhir-akhir ini tindakan radikalisme dan anti Pancasila sudah mulai merambah hingga ke pelosok-pelosok desa,” ujar Zamroni saat menghadiri kegiatan ‘Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi Wawasan Keagamaan dan Moderasi Islam bagi Kepala Madrasah, Guru dan Pengawas Madrasah’ di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu,” Kamis 18 Juli 2019.

Dijelaskannya, dalam kegiatan ini setidaknya ada 3 (tiga) variabel kunci yang bias didiskusikan, yakni pendidikan karakter, deradikalisasi wawasan keagamaan, dan moderasi Islam.

Keseluruhan variabel tersebut menjadi peran dan tanggung jawab guru, kepala madrasah, dan pengawas untuk mentransformasi pesan yang terkandung dalam setiap variabel kepada siswa/siswi madrasah.

“Di samping juga harus menjadi teladan dalam implementasinya setiap hari, baik di lingkungan keluarga, lingkungan madrasah dan masyarakat,” imbuh Zamroni

Ia menegaskan, untuk pendidikan karakter, itu bisa melalui doktrin keluarga, sehingga guru dan masyarakat memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter siswa.

Selain itu, karakter akan memberikan warna dalam perilaku dan sikap sehari-hari, penguatan karakter menjadi penting karena menjadi basis prinsip dan akan mewarnai setiap keputusan yang diambil oleh sesorang.

“Usia sekolah adalah momentum terbaik untuk memperkuat karakter seseorang dan lembaga madrasah memiliki peran strategis dalam proses pengembangannya,’’ terangnya

Foto : Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Zamroni Aziz (dua kanan) (MetroNTB/Ist)

Sedangkan deradikalisasi wawasan keagamaan, bisa dilakukan melalui konsep ‘Islam Rahmatanlil’alamin’. Ini perlu terus dibumikan, sehingga seseorang itu akan lebih arif dalam memandang umat di luar sana guna membangun sikap toleransi yang tinggi.

‘’Prinsip toleransi perlu terus dikembangkan sehingga kita tidak terlalu eksklusif, menganggap hanya diri kita yang benar, egois dan mau menang sendiri,’’ tandasnya

Ketua GP Ansor NTB ini menambahkan lebih jauh, untuk moderasi Islam, ini bisa melalui semangat Ummatan Wasatan. Hal ini perlu terus ditanamkan, sehingga ummat Islam akan menjadi kekuatan penyeimbang dan mampu membangun relasi dengan semua komponen bangsa serta dapat diterima semua pihak.

‘’Semangat saling menghargai itu penting untuk terus ditumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,’’ kata Zamroni menambahkan (red)