BI bersama DPMPTSP dan Bappeda Bentuk Tim Promosi Ekonomi Daerah NTB

Foto : Foto : Suasana saat Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pariwisata saat membahas terbentuknya LSIRU (Lombok Sumbawa Investor Relation Unit), Jum'at 19 Juli 2019 (MetroNTB/Hms BI)

Mataram, MetroNTB.com – Pada tahun 2019 ekonomi di Provinsi NTB menghadapi sejumlah peluang sekaligus tantangan untuk pengembangan ekonomi ke depan.

“Program dalam rangka hilirisasi komoditas utama, pengendalian inflasi, dan pengentasan kemiskinan perlu untuk segera diimplementasikan,” ujar Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Sabtu 20 Juli

Di sisi lain, kata dia pembiayaan terhadap proyek strategis memerlukan pembiayaan dan investasi yang tidak sedikit. Investment, financing, trade/manufacture menjadi modal bagi pengembangan ekonomi ke depan.

Berawal dari kondisi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pariwisata membahas terbentuknya LSIRU (Lombok Sumbawa Investor Relation Unit).

“LSIRU ini nanti akan mensinergikan upaya bersama dalam meningkatkam komunikasi dengan investor terkait potensi investasi dan kebijakan daerah,” tutur Achris

Pada pertemuan awal Jumat 19 Juli 2019 kemarin membahas bagaimana bentuk dan kelembagaan LSIRU, mekanisme kerja dan upaya-upaya untuk mempromosikan investasi kepada investor baik luar maupun dalam negeri.

“Aktivitas untuk menarik investor dengan bersinergi dari beberpa dinas atau lembaga sebenarnya telah telaksana sejak tahun lalu,” katanya

Dikatannya, One on One meeting dengan calon investor di Forum Investasi di Yogyakarta tahun 2018 telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, DPMPTSP Provinsi NTB, dan PT ITDC (Persero).

Begitu pula dengan pertemuan dengan calon investor dari USA yang datang ke Provinsi NTB tahun 2018 lalu telah bersinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan PT ITDC (Persero) serta pelaku usaha guna memperkenalkan potensi investasi di Provinsi NTB.

Achris berharap kedepan OPD atau Lembaga terkait dapat meningkatkan komitmen menssupport upaya promosi investasi daerah dengan data/informasi untuk promosi kepada calon investor.

“Untuk itu perlu ditetapkan mekanisme kerja bersama dan juga jadwal pertemuan reguler sebagai bagian proses kerja tim promosi ekonomi daerah,” terangnya

Sementara, Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menyebutkan bahwa investasi dan promosi perlu untuk didorong di Provinsi NTB.

“Tantangan  investasi ke depan untuk provinsi di luar Pulau Jawa semakin besar,” sebutnya

Hal ini seiring dengan semakin baiknya infrastruktur jalan tol yang semakin baik yang menghubungkan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Sehingga investasi di Pulau Jawa masih menarik bagi investor.

“Kami mengusulkan pembentukan tim ini tidak hanya terkait investasi, namun juga Tim Promosi Ekonomi Daerah. Selain investasi juga akan mendorong pembiayaan dan perdagangan, serta pariwisata. Sehingga beberapa dinas/lembaga perlu dilibatkan, seperti Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, serta perbankan,” terang Lalu Gita

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda NTB W. M Ardhi menambahkan core ekonomi di Provinsi pada 2 (dua) sektor, pertanian dan pariwisata yang kedepan diarahkan untuk hilirisasi komoditas pertanian.

“Kedepan, diperlukan promosi yang selektif pada sektor unggulan untuk didorong,” cetusnya

Kedepan, sinergi antar dinas/lembaga dan pelaku usaha perlu untuk terus diperkuat. LSIRU atau Tim Promosi Ekonomi Daerah sebagai wadah untuk peningkatan investasi diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dengan investor terkait potensi investasi dan kebijakan daerah yang dapat meningkatkan daya saing dan angka realisasi investasi di Provinsi NTB.

“Sehingga ujungnya akan meningkatkan perekonomian di Provinsi NTB,” katanya menambahkan (red)