STIP Sebagai Model Pengembangan Industrialisasi Di NTB

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah saat melaksanakan safari ramadhan di Masjid Al-Abrar, Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jum'at 24 Mei 2019

Mataram, MetroNTB.com – Salah satu program unggulan pemerintah Provinsi NTB sesuai janji politik pemerintahan Zul-Umi Rohmi saat ini adalah pada pengembangan taman pendidikan di Science Technology Industrial Park (STIP), yang sebelumnya bernama Agro Edu Wisata.

Pengembangan STIP merupakan satu diantara 15 komitmen Gubernur yang langsung mendapat perhatian. Ia berharap, STIP nantinya tidak hanya berdiri di Pulau Lombok, akan tetapi akan lahir Technopark-Technopark lainnya yang tersebar di Pulau Sumbawa.

“Ini menjadi model pembangunan ekonomi dan iklim investasi yang berkembang baik di NTB,” kata Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah

Dikatannya, STIP juga merupakan salah satu program 100 hari Gubernur, dan telah di launching secara resmi pada acara ulang Tahun NTB ke-60 pada 17 Desember 2018.

“Sebagai sebuah program unggulan, pengembangan STIP diharapkan akan menjadi rujukan bagi Technopark di seluruh Indonesia,” kata Bang Zul sapaan akrabnya

STIP dimulai dengan langkah awal pada pengembangan industri permesinan dan pendirian Hotel SMK yang nantinya akan langsung dikelola oleh lulusan SMK di NTB.

Beberapa target yang mencakup program-program yang akan dikembangkan pada STIP.

Target pertama adalah pada masalah produk, yang kedua sertifikasi produk, kemudian informasi, wirausaha baru, kerjasama dan bisnis proses, serta tempat belajar dan wisata.

Sedangkan program-program yang akan dijalankan pada masing-masing target antara lain adalah, pabrikasi produk permesinan, training atau kursus wirausaha, uji pasar produk IKM, bisnis model (Hulu hilir), NTB Miniatur, serta Taman Edukasi dan Teknologi.

Adapun instansi yang dilibatkan pada pengembangan STIP nantinya adalah Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, SMK Pariwisata, Dinas Perdagangan, serta beberapa OPD serta pihak terkait lainnya.

Struktur organisasi yang dilibatkan meliputi Direktur, Manager Umum Dan Keuangan, Manager Edukasi dan Wisata, Manager Pengembangan Teknologi dan Inovasi serta Manager Kerjasama dan Bisnis Proses.

Sementara Kepala BPS NTB mengungkapkan bahwa berdasarkan data sensus BPS, 99 persen industri di NTB adalah UMKM dan sisanya industri menengah dan besar.

“Kontribusi industri masih berkisar 5 persen. Karena itu, pihaknya siap memberikan dukungan data untuk memetakan potensi industri di NTB yang berpeluang untuk dikembangkan dan dituangkan kedalam roadmap,” katanya menambahkan (red)