Ranting NU Pandan Indah Didorong Jadi Terbaik

Foto : Ketua MWC NU Praya Barat Daya, Suherman (tengah) saat menghadiri Musyawarah Pembentukan Pengurus Ranting NU desa Pandan Indah, Minggu 23 Juni 2019 (MetroNTB/Jon)

Hamdi Nahkodai Ranting NU Pandan Indah

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Ranting NU di desa Pandan Indah kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah didorong Majlis Wilayah Ranting (MWC) menjadi ranting terbaik se Praya Barat Daya.

“Ini disebabkan Sumber Daya Manusia (SDM) desa Pandan Indah masuk kategori maju dengan beberapa indikator seperti keberadaan sarjana S2, banyak mahasiswa Pandan Indah yang juga sedang mengenyam pendidikan Srata Dua (S2),” ujar Ketua MWC NU Praya Barat Daya, Suherman saat menghadiri Musyawarah Pembentukan Pengurus Ranting NU desa Pandan Indah kemarin.

Ia mengungkapkan, dari sisi Lembaga Pendidikan terdapat banyak madrasah yang berlabel al Maarif. Bahkan beberapa tokoh Pandan Indah saat ini banyak berkecimpung di birokrasi, dunia politik dan termasuk menajdi pengurus Badan Otonomi (Banom) NU dari tingkat bawah hingga nasional.

“Kalau boleh saya sebut kategori maju itu telah ada se Praya Barat Daya masuk antara ke dua dan ketiga. Maka ranting yang terbentuk harus menajdi ranting yang terbaik,. Apalagi ada bisikan tadi akan cetus ranting terbaik,” ungkapnya

Insisiatif kader muda NU di Pandan Indah patut diacungi jempol meski dari 11 desa, ranting NU di Pandan Indah baru desa ke sembilan yang membentuk ranting tinggal dua desa yang tersisa desa Ranggagata dan Desa Teduh.

“Semangat muda NU yang tampak energik menjadi pondasi awal mengembangkan tradisi Nahdiyin,” cetusnya

Suherman juga berpesan agar kader muda NU harus bisa mengambil peran tidak hanya di dunia politik, birokrasi maupun di sosial Kemasyarakatan.

“Saat ini semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merebut peluang yang ada,” tandasnya

Sama halnya Rais Syuriah PBNU, KH Maaruf Amin bisa menjadi orang kedua di negeri ini. Untuk memulai langkah tersebut kader muda NU harus bisa membuat suatu gebrakan baru.

Sementara itu untuk Kaderisasi sebisanya harus dihidupkan mulai dari tingkat Raudal Atfal (RA). Selain itu juga tugas penting lainnya bagaimana menghidupkan tradisi NU ditengah tengah jamaah terutama mengenalkan apa itu NU beserta simbol simbol yang ada.

“Yakinkan kalau kita berbuat untuk NU dengan niat yang ikhlas maka keberkahan dari para ulama NU akan kita dapatkan,” ungkap Kasubag Humas Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB itu.

Tokoh Pandan Indah, Abdurrahim
memastikan dari sisi kultural warga Pandan Indah sudah seratus persen. Namun yang menjadi masalah mayoritas masyarakat banyak belum memahami apa dan siapa itu NU serta apa saja arti lambang NU yang ada.

“Ini menjadi tugas penting pengurus ranting nanti,” pesan Abdurrahim di tempat yang sama.

Menurutnya memeberikan pemahaman kepada jamaah dilihatnya sangat penting sebab hal itu bagian dari upaya berbenah.

Tidak bisa dipungkiri jika tradisi Nahdiyin dan tidak memahami arti NU sesungguhnya maka akan bermunculan paham mindset diluar NU.

Bahkan saat ini sudah ada masyarakat yang memasukkan anaknya ke Lemabaga atau mungkin perguruan tinggi di luar ajaran NU.

“Apalagi saya juga dengar akan ada sekolah yang dibangun diluar label al Maarif. Maka ini perlu kita antisipasi dan menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.

Abdurrahmin sedikit bercerita banyam mendirikan lembaga, yayasan yang harus berlabel Al Maarif tidak hanya di Pandan Indah sendiri tetapi juga di desa lain.

Ini menjadi bukti militansi untuk selalu menghidupkan NU dalam segala hal apalagi di lembaga pendidikan.

“Ber NU itu pengabdian jangan berfikir apa yang didapatkan di NU tetapi berfikirlah apa yang bisa diperbuat untuk NU,” himbaunya.

Ketua ranting NU terpilih, Hamdi menegaskan konsep organisasi di NU tidak jauh beda dengan negara dimana ketika presiden menjadi pemimpin tertinggi di negara maka ada PBNU begitu juga di wilayah ada gubernur maka disitu ada juga PW NU bahkan sampai tingkat desa ada Pemerintah Desa maka harus ada ranting NU.

“Ketika MWC NU sudah ada tidak elok rasanya kalau ranting di desa khususnya di Pandan Indah tidak ada,” ujar Hamdi sekaligus inisiator pembentukan ranting NU desa Pandan Indah itu.

Hamdi pun berjanji apa yang menjadi pesan atau harapan baik dari MWC NU maupun dari tokoh yang ada akan dilakukannya. Bagi Hamdi sendiri berada di NU merupakan sebuah pengabdian semata.

Dalam acara yang dihadiri ketua PAC GP Ansor Praya Barat Daya, Idrus tampak hadir perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di Pandan Indah. (red)