PMII Minta Gubernur NTB Buka Sumber Anggaran Pengiriman Mahasiswa Ke Luar Negeri

Keterangan Foto : Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Aziz Muslim (kanan) (MetroNTB/Oji)

Mataram, MetroNTB.com – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Maasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusa Tenggara mempertanyakan sumber anggaran pengiriman mahasiswa ke luar negeri oleh Pemerintah Provinsi.

“Kami minta Gubernur NTB membuka sumber anggaran pengiriman mahasiswa ke luar negeri,” ujar Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Aziz Muslim, Rabu malam 12 Juni 2019.

Menurutnya, jika pengiriman mahasiswa ke luar negeri mengunakan APBD Provinsi NTB, maka Gubernur NTB seharusnya membuka secara transparan sumber anggaran kepada publik.

“Kami menilai ada ketidakadilan dalam proses pengiriman mahasiswa tersebut.  Kami menduga orang yang dikirim ke luar negeri hanya orang-oranh tertentu,” kata Aziz

Aziz juga mengimbau masyarakat NTB khususnya OKP, Aktivis, LSM NTB serta aparat penegak hukum untuk tetap memantau penggunaan anggaran untuk pengiriman mahasiswa ke luar negeri tersebut.

“Kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jika terjadi penyelewengan,” tuturnya

Sebelumnya, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB Sri Astuti mengungkapkan bahwa ide awal dari program beasiswa bagi aktivis itu merupakan rencana Gubernur NTB untuk memberikan kesempatan pada para aktivis yang selama ini melakukan aksi unjuk rasa untuk dapat mencerdaskan ilmu dan kemampuan akademik mereka.

“Kita tidak ingin aktivis itu kerjanya hanya demo. Ini cara kita mencerdaskan aktivis melalui program pendidikan ke luar negeri. Tapi ini seleksi terbuka untuk semua aktivis yang memiliki aktivitas di NTB,” ungkapnya (Mn/Ar)