NTB Petakan Komoditi Yang Siap Diindustrialisasi

Foto : Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah saat menyampaikan sambutan pada acara buka bersama dengan Tim Penyelaras Kebijakan Pemerintah Provinsi NTB di pendopo Gubernur, Selasa 21 Mei 2019.

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang melakukan pemetaan atau mapping terhadap berbagai komoditi yang akan segera memasuki tahapan industrialisasi

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Andi Pramaria melalui Diskusi Whatsup group OPD NTB Gemilang mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan hasil mapping kepada gubernur NTB terhadap produk yang sudah siap diindustrialisasi

“Kami sudah lapor ke gubernur hasil mapping yang dilakukannnya selama ini. Sudah ada beberapa produk primer yang teridentifikasi kesiapannya untuk diindustrialisasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jum’at 21 Juni 2019.

Adapun komoditi yang sudah siap diindustrialisasi diantaranya jagung dengan potensi produksi 2,3 juta ton pertahun dan untuk konsumsi hanya 500.000 ton. Kemudian garam rakyat dengan produksi 280.000 ton pertahun dan konsumsi 27 ton.

“Sedangkan untuk sapi, saat ini sedang dibahas dengan LIPI, khususnya terkait produksi sperma,” kata Andi

Dikatannya, untuk penyiapan permesinan mendukung industri hulu, utamanya alat pertanian, penyiapan mesin pengolah industri hilir lainnya, kini terus berproses.

Sementara untuk produk smelter, lanjutnya, masih menunggu kelanjutan tim smelter dan fasilitasi KI dalam RTRW.

“Sedangkan pengolahan daging sapi, masih dibahas secara teknis mengenai rencana operasionalisasi RPH banyumulek dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB,” terang Andi.

Sementara, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah pada forum diskusi via WA itu meminta OPD terkait untuk daging beku yang beredar di NTB agar berasal dari NTB.

“Saya kira ini menarik sebagai awal kita memulai bahwa daging produksi NTB sangat mungkin dibekukan dengan alat dan teknologi yang pas,” ucap Doktor Zul sapaan akrabnya.

Ia berharap kedepan daging beku ini harus berasal dari daging NTB. Inilah awal dari industrialisasi kita.

“Ayo coba direalisasikan ini bu Kadis Peternakan dan bu kadis Perdagangan”, pintanya seraya menegaskan bahwa menghadirkan selain daging segar import juga daging daerah kita juga mulai bisa dibekukan agar tahan lama. (Red)