Gubernur Targetkan Pabrik Pakan Ternak Harus Berdiri Tahun Depan

Foto : Gubernur NTB saat melihat langsung Northern Territory Cattlemen's Association (NTCA) Cattle Station, Australia, Selasa, 25 Juni 2019 (MetroNTB/Humas)

Mataram, MetroNTB.com – Sebagai tindaklanjut kunjungan Gubernur NTB menunjuk langsung tiga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan misi pendirian pabrik pakan ternak di NTB ini.

Tiga pimpinan OPD itu diantaranya, Kepala Disnakeswan NTB, Hj Budi Septiani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H Lalu Gita Ariadi dan Kepala Distanbun NTB, Husnul Fauzi.

“Jadikan ini target yang harus direalisasikan tahun depan,” tegasnya.

Selain target mendirikan pabrik pakan ternak, sejumlah target lain juga harus dicapai dalam waktu dekat.

Pembangunan kawasan industri yang dijanjikan oleh Bappenas, menurut Gubernur harus ditindaklanjuti oleh Kepala Bappeda NTB dan Kadis Perindustrian NTB.

“Pastikan ini paling telat tahun depan sudah kita miliki,” sebutnya.

Upaya membuka akses penerbangan langsung dari dan menuju NTB juga menurutnya penting untuk memudahkan konektivitas, serta memperlancar arus barang dan jasa ke NTB.

“Direct flight segera diurus oleh Kadis Pariwisata dari Singapore ke Lombok dan dari Darwin ke Lombok,” cetusnya

Kalaupun pembukaan penerbangan langsung ini membutuhkan insentif berupa subsidi, Gubernur mengarahkan Kadis Pariwisata NTB untuk segera mengkoordinasikannya dengan para pelaku wisata.

Pembangunan smelter juga merupakan harga mati bagi Gubernur. “Nggak ada alasan untuk nggak dimulai segera,” imbuhnya

Untuk mempercepat pendirian smelter, Gubernur meminta Gita Ariadi dan Kepala Dinas ESDM NTB, H. Muhammad Husni, M.Si untuk mencurahkan perhatiannya.

“Komitmen pendirian pabrik penggilingan padi oleh Bulog juga harus dimulai,” tandasnya

Untuk memuluskan komitmen ini, Gubernur menegaskan Pemprov NTB siap memberikan dukungannya jika memang Bulog membutuhkan kemudahan.

Untuk target ini, Gubernur secara khusus menunjuk Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H Wirajaya Kusuma untuk mengawalnya.

Sentra Industri Logam dan Permesinan di Lotim juga masuk dalam daftar prioritas Gubernur.

Untuk mengawal rencana ini, Gubernur menunjuk Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Andi Pramaria dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H Lalu Saswadi untuk membuat rencana kerja yang terukur.

“Semua sudah ada di lapangan. Tinggal dikoordinasikan,” tegasnya.

Gubernur menekankan, pembangunan jalan dan akses menuju Sirkuit Mandalika juga harus dipastikan berjalan tanpa kendala dan sesuai jadwal.

Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, IMadani Mukarom, Gubernur meminta agar rencana membangun pengolahan sampah dan industri pengolahan hasil hutan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Kadis perikanan dan kelautan pastikan kita segera memiliki industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan kita. Kadis Perdagangan pastikan semua industri pengolahan yang kita bangun terbuka dan tersedia pasarnya,” ujarnya

Menurut Gubernur, Swasembada telur juga harus segera digeber. Peternakan ayam dan petelur harus segera direalisasikan.

Target ini akan dibebankan kepada Kepala Disnakeswan NTB, Hj. Budi Septiani dan Kepala Distanbun NTB, Husnul Fauzi

Gubernur berharap agar semua rencana ini berjalan di koridornya. Karenanya, ia pun meminta Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, H. Ridwan Syah  dan Kepala Bappeda NTB, Wedha Magma Ardhi memastikan hal-hal tersebut berjalan dalam dokumen RPJMD Provinsi NTB.

Gubernur menegaskan, tekad untuk mendorong industrialisasi di NTB bukanlah wacana semata.

“Seluruh jajaran di Pemprov NTB harus bersinergi dan memberikan yang terbaik untuk mewujudkannya,” pungkasnya (red)