Tolak Delegetimasi Penyelenggara Pemilu, Aliansi Lintas Pemuda Gelar Aksi Solidaritas

Foto : Suasana aksi solidaritas oleh Aliansi Lintas Pemuda di halaman Kantor KPU NTB, Jum'at 4 Mei 2019 (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Aliansi Lintas Pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/5), menggelar aksi solidaritas mendukung penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019, serta menolak gerakan inkonstitusional dan delegitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ditemui di sela-sela aksi, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi solidaritas Aliansi Lintas Pemuda, Rupawan, mengatakan bahwa aksi damai ini dilakukan setelah mencermati proses demokrasi pemilu 2019, yang diwarnai saling klaim kemenangan yang berimbas kepada tingginya ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu).

“Ratusan pahlawan demokrasi yang gugur, PPK, PPS, dan Polisi, dan massif-nya isu peopel power, yang membuat Indonesia berduka dan menggaduhkan ruang publik,” ungkapnya.

“Karena itulah, kami Aliansi Pemuda Dukung KPU dan Bawaslu untuk NKRI di NTB menyatakan sikap,” tegasnya.

Selain itu, Rupawan berharap agar semua pihak yang ikut kontestasi dan pendukungnya, harus menahan diri, menjaga keberlangsungan proses demokrasi.

“Kita serahkan kepada penyelenggara pemilu, untuk bekerja sebagaimana tuntutan undang-undang. Apapapun hasilnya, tunggu keputusan resmi KPU 22 Mei mendatang,” ujarnya.

Terkait banyaknya korban dari penyelenggaraan Pemilu 2019, pihaknya juga turut berbela-sungkawa dan mengatakan, bahwa mereka semua adalah pahlawan demokrasi.

“Mari kita doakan secara bersama, pahlawan demokrasi. Mereka gugur mengawal pemilu. Kita tak perlu mendelegitimasi penyelenggara pemilu,” ucapnya.

Menurutnya, proses konstitusional berdemokrasi telah berjalan dengan baik, meskipun ada problem yang perlu dievaluasi dan dibenahi secara bersama-sama.

“Peopel power, yang ditengarai upaya tak menerima hasil pemilu harus ditolak. Sengketa pemilu pun ada, harus diselesaikan sesuai mekanisme konstitusi,” ujarnya.

Dari pantauan media, seorang orator aksi Zaky dalam orasinya meneriakkan bahwa kondusitifitas ruang bangsa, tergantung penempatan posisi dalam memahami kondisi.

Dengan semangat berkobar, ia berdeklamasi bahwa sebagai pemuda, kita perlu hadir sebagai pencerah kebuntuan suasana-suasana pra dan pasca pemilu.

“Di NTB, kami berkomitmen menjaga dan merawat, keharmonisan dan kondusitifitas kehidupan berbangsa dan bernegara pasca pemilu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Suhardi Soud yang menemui peserta aksi, menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Aliansi Lintas Pemuda NTB.

“Kami komitmen melaksanakan tugas sesuai undang-undang yang berlaku. Kami Jamin, kami bekerja profesional,” tegas Ketua KPU NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Kolap Aliansi Lintas Pemuda Dukung KPU dan Bawaslu, menyampaikan beberapa poin penyataan sikap. Pertama, mendukung penyelenggeraan Pemilu 2019 oleh KPU-Bawaslu bebas dari intervensi dan tekanan pihak manapun.

“Kedua, menyerukan untuk mendoakan bersama Pahlawan Demokrasi yang telah gugur mengawal Pemilu 2019, baik Kepolisian, PPK, dan KPPS,” ajaknya.

Ketiga, menunggu hasil resmi real qount penghitungan suara KPU Pemilu 2019.

“Keempat, Aliansi Lintas Pemuda menolak gerakan people power, dan menolak delegetimasi penyelenggara Pemilu 2019,” tegas Rupawan.

Selain itu, Aliansi Lintas Pemuda menolak segala bentuk gerakan inkonstitusional Pemilu 2019.

“Dan ketujuh, menyerukan kepada pemuda NTB untuk berkomitmen menjaga kondusifitas di wilayah NTB,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here