Peringati Harlah Ke-85, Ansor NTB Gelar Silaturrahim Kebangsaan

Foto : Penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua GP Ansor NTB, H Zamroni Aziz kepada Kepala Binda NTB, Tarwo Kurnarno (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-85 dirangkaikan dengan silaturrahim kebangsaan, santunan Ramadhan 1440 H dan buka puasa bersama, bertempat di rumah kediaman Ketua GP Ansor NTB Desa Bonder Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Selasa malam 28 Mei 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danrem162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajudin, Kabinda NTB Tarwo Kusnarno Kabagduk Ops Binda NTB Kolonel Inf Andi Baso, Dir Intelkam Polda NTB Kombes Pol Susilo, Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Beny Basyir,  Ketua GP. Ansor NTB Zamroni Aziz, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Anggota GP Ansor, Banser dan undangan lainnya.

Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan GP Ansor merupakan salah satu organisasi yang membentuk lahirnya TNI, dan ini sudah dicatat oleh sejarah.

Sementara saat sekarang ini peran GP Ansor jusa sangat penting dan strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Semua mengetahui bahwa andil GP Ansor dalam ikut serta melahirkan TNI termasuk juga dunia luar sudah mengakui persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia itu kuat, untuk itu mari kita tetap jaga bersama. Anshor adalah benteng dan penjaga NKRI,” kata Danrem Rizal.

Terkait dengan adanya ikrar yang dilakukan oleh sejumlah tokoh GAM di Aceh untuk meminta Referendum, maka harus segera dicegah.

“Saya mengizinkan untuk demo melawan hal tersebut, silahkan demo asalkan untuk hal-hal yang baik dan untuk GP Ansor mari ikatkan persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI, karena NKRI harga mati,” tegas Danrem Rizal.

Sementara, Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Azis mengatakan, Ansor selama pengabdian sudah 85 tahun di negeri ini sudah cukup berjasa bagi bangsa dan negara ini.

Ansor berkomitmen untuk tetap menjaga keutuhan NKRI sesuai dengan jargon penjaga ulama penjaga NKRI.

“Karena sekarang ini sudah selesai Pemilu kita kembali ke Sila ke 3 Pancasila yakni Persatuan Indonesia,” imbuh Zamroni (Red)