HMI Mataram Kutuk Tindakan Represif Oknum Polres Sumbawa

Foto : Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan (tengah) (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pemukulan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumabawa besar oleh aparat kepolisian membuat HMI cabang Mataram geram.

“Secara kelembagaan kami kutuk tindakan represif oknum Polres Sumbawa. Tindakan tersebut tidak dibenarkan secara aturan dan melukai seluruh kader HMI,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan

Menurutnya, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum sebagaimana di atur dalam pasal 28 UUD 1945.

Pada saat aksi HMI cabang Mataram, mendapat perlawanan yang sama di depan halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, yaitu mereka dihadiahi tangan besi aparat.

“Yang terjadi adalah aparat kepolisian kembali melakukan tindakan represif dalam menangani aksi demonstrasi yang dilakukan HMI Mataram, aksi saling dorong antar mahasiswa dan aparat, banyak memakan korban,” tutur Andi

Atas kejadian tersebut, lanjutnya beberapa kader mengalami luka-luka. Ini pertanda bahwa mental negara sedang dalam keadaan darurarat HAM, miskin perlindungan terhadap hak manusia yang paling asasi.

“Buktinya aparat hari ini memperlihatkan sikap arogansinya yang diluar batas kewajaran,” tuding Andi

HMI meminta agar kapolda NTB yang baru, Nana Sujana, agar mundur dari jabatan, jika tidak mampu menstabilkan keadaan.

“Jika kehadirannya di NTB membawa malapetaka bagi keamanan masyarakat, maka Kapolri segera mencopot pak Kapolda yang baru,” imbuhnya (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here