Alumni FKMM Reborn Perlu Dibangkitkan Kembali

Foto : Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Alumni Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) perlu melakukan Reuni Akbar pasca gelaran pemilu serentak 2019.

“Hal ini penting sebagai upaya pra kondisi untuk membangkitkan FKMM agar eksis kembali sebagai wadah perjuangan student movement di era abad milennial,” ujar Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Selasa

Menurutnya, FKMM di era milennials selain sarana advokasi kalangan aktivis pergerakan mahasiswa, juga perlu  memahami perkembangan kemajuan teknologi dalam melakukan campaign gerakan.

“Pesatnya kemajuan platform teknologi Informasi harusnya direspon dengan dengan cara memperkuat kapasitas dan skill kalangan aktivis yang memahami Tehnologi, khususnya 4.0,” katanya

Dalam konteks tersebut, alumni atau Senior FKMM perlu berkumpul dan memberikan jalan keluar dalam merespon perkembangan tehnologi sebagai sarana mendukung aktivitas pergerakan di era milennials.

Menurut Didu sapaan akrabnya, FKMM didirikan dan dideklarasikan  pada tanggal 10 Desember 1988 di taman budaya oleh sekumpulan aktivis Mahasiswa Unram, Muhammadiyah, IKIP menjadi tonggak utama kebangkitan gerakan mahasiswa Mataram di era orde baru.

“Aktivis FKMM kemudian menjadi Avant Garde atau pelopor utama mencetuskan “Gerakan Anti Pembodohan” Medio Mei 1990 yang mengusung isu menuntut kebebasan mimbar, pendidikan politik dan penurunan uang SPP dan Wisuda,” kenangnya

Didu menambahkan aksi besar yang diikuti ribuan mahasiswa tersebut berakhir dengan happy ending, pihak rektorat universitas Mataram mengabulkan semua tuntutan Gerakan Anti Pembodohan.

“Dari Aksi tersebut kemudian muncul aktivis-aktivis muda Mataram yang kelak menjadi kekuatan FKMM seperti Nurdin Ranggabarani, Moh Syafik, Alm Hendar Fahmi Ananda yang terkenal dengan oratornya yang memukau, kemudian ada Sirra Prayuna, Budi Adyana, Alm Imtihan Taufan, aktivis perempuan FKMM Sunan Khaerani,” katanya

Seiring dengan perubahan jaman dan tantangan kedepan yang makin komplek, lanjut Didu, alumni FKMM tidak boleh egois dan apolitis menyikapi sikon yang ada. Untuk itu perlu direalisasikan Reuni Akbar alumni FKMM.

“The Old Soldier Never Die. FKMM Reborn perlu dibangkitkan untuk menghadapi tantangan yang makin komplek di era millennials ini,” pungkasnya (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here