Asri Mardianto Dorong Pemda Perkuat Pemberdayaan Petani

Foto : Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Calon Anggota (Caleg) DPRD Dapil V Kabupaten Lombok Timur, Asri Mardianto (MetroNTB/Istimewa)

Mataram, MetroNTB.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Calon Anggota (Caleg) DPRD Dapil V Kabupaten Lombok Timur, Asri Mardianto mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat program pemberdayaan petani melalui lembaga dan pengusaha untuk membangun sumber daya yang berafiliasi pada perekonomian Desa.

Upaya ini diungkapkannya saat ditemui Senin (25/2) di Mataram usai melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi NTB terkait pengembangan industrialisasi hasil pertanian Desa.

Asri yang juga berperan sebagai Inisiator Lembaga Silaturrahim Fil Majelis atau pemerhati pertanian ini menjelaskan, program pemberdayaan sangat penting dilakukan guna mengangkat marwah petani dalam hal terciptanya perekonomian daerah yang baik.

“Program pemberdayaan yang nantinya akan merujuk pada kemitraan ini, tidak hanya akan membangun relasi antara petani dengan pengusaha, melainkan juga membentuk pola pikir cerdas untuk jangka panjang pemberdayaan petani,” katanya

Alex sapaan akrabnya menyebutkan terdapat tiga (3) hal yang harus diperhatikan dalam pemberdayaan Lembaga. Pertama, harus ada ruang yang memungkinkan untuk petani membangun ekspansi kapabilitasnya, melalui transfer ilmu pengetahuan.

Kemudian kedua, lanjutnya, dimensi pemberdayaan akan menyusun kedaulatan dan kemandirian ekonomi, dimana desa dalam faktanya merupakan tempat di mana sumber daya ekonomi berasal, dengan seluruh kekayaan yang beraneka ragam.

“Namun sayangnya, sumber daya ekonomi tersebut tidak dipegang oleh masyarakat setempat, melainkan berada di tangan pengusaha,” jelas Alex

“Khususnya dilahan Petani Binaan Lembaga yang menerima Kegiatan Partai PDI Perjuangan untuk mensosialisasikan Jokowi Amin, ada 3 Desa tersentuh Program itu salah satunya di Kecamatan Suela yang masuk kawasan pertanian sumber daya ekonominya tidak dipegang oleh Desa, tapi korporasi atau pelaku usaha di luar desa itu sendiri. Kesejahteraan dan pemberdayaan itu sangat penting bagi petani,” sambung Alex.

Ketiga, pemberdayaan itu tidak boleh lepas dari sistem nilai di masing-masing tempat. Setiap wilayah memiliki sistem nilai yang membangun pengetahuan dan kearifan lokal.

Asri mengatakan dengan memanfaatkan pengetahuan lokal, maka masyarakat bisa mengelola perekonomian Desanya namun tetap menjunjung kelestarian lingkungan.

“Karena pengetahuan dan sistem nilai yang basisnya ada di masing-masing wilayah cenderung diabaikan. Saya berharap agar praktek-praktek semacam ini bisa digali sehingga kekayaan dan pengetahuan lokal itu menjadi kekuatan dari program keberdayaan,” ujarnya.

Menurutnya, petani hanya menjadi penerima harga (price taker) dari transaksi yang ada. Untuk itu, petani harus membangun kemitraan atau membuat organisasi antar petani agar memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri.

“Tidak ada petani yang menjadi price maker (pembuat harga). Sehingga, nantinya fungsi Pemberdayaan harus masuk pada isu terkait menjembatani petani untuk tujuan lebih besar, salah satunya menciptakan nilai tambah,” tandasnya

“Saya menilai, untuk bisa mencapai tujuan pemberdayaan petani, ada beberapa prinsip yang harus dilakukan. Di antaranya, harus ada common understanding, yakni pemahaman yang sama dan utuh antar Lembaga dan Petani dalam hal menjalin kerja sama, sehingga bisa memenuhi kebutuhan semua pihak,” pungkasnya (Ndr-Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here