Warga Batang Juluki TGB Sebagai Pemerstau Umat

EXTRA HOT IKLAN

JATENG, MetroNTB.com – Gubernur NusaTenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) didaulat oleh Pemilik Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS-QIM), H. Teguh Suhardi agar berkenan menjadi Narasumber Sarasehan bertema :  Umat Islam dan Tantangan Kepemimpinan Bangsa ke depan, di Rumah sakit QIM Kabupaten Batang,  Jateng, Minggu, (01/10) lalu

MEDIUM IKLAN

Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia  (RS QIM), merupakan salah satu Rumah Sakit mewah di Ibu kota Kabupaten Batang Jawa Tengah.

LOW HOT IKLAN

Sementara  H. Teguh Suhardi yang menjadi pemilik Rumah Sakit tersebut, juga merupakan seorang tokoh panutan yang sangat dikagumi di Provinsi Jawa Tengah.

Sarasehan  dihadiri Sekda Kabupaten Batang,  Kyai Badawi (tokoh agama), jajaran pengelola RS dan sejumlah masyarakat  lainnya, dimoderatori oleh KH. Anang berlangsung penuh dengan antusiasme ratusan audience yang hadir memenuhi aula rumah sakit Qim tersebut.

Bahkan seorang warga  bernama H. Muhammad Yunan berusia 95 tahun sempat menjuluki TGB sebagai da’i pemersatu umat sekaligus sebagai aset nasional.

Pada saat itu,  di hadapan ratusan warga yang hadir, Gubernur TGB mengawali materinya dengan mengutip hadist  Rasulullah SAW, yang menyatakan bahwa semangat, pemikiran dan visi yang sama adalah roh silaturrrahim.

“Kalau tidak ada niat, pemikiran dan semangat yang sama maka perjumpaan juga tidak akan terjadi,” terang Gubernur.

Berbicara mengenai pemimpin dan kepemimpinannya, TGB memandang pemimpin dan kepemimpinan merupakan bagian dari representasi atau cerminan dari kondisi masyarakat. Karena menurutnya pemimpin lahir dari masyarakat, pemimpin adalah cerminan dari umat, pemimpin  yang baik pasti akan hadir dari umat yang baik juga.

Lebih jauh  Gubernur Al Hafizd itu mengupas ayat Al Qur’an dalam surat Al Baqarah, dimana adanya dialog Allah SWT dengan  para malaikat tentang penciptaan khalifah (pemimpin) di muka bumi yaitu manusia.

Malaikat menyampaikan keraguannya tentang manusia sebagai khalifah karena adanya tendesi dan potensi merusak dari manusia serta menumpahkan darah.

Akan tetapi dari sisi lain, kata TGB menguraikan malaikat ada dua potensi unggul yaitu tasbih dan taqdis atau mensucikan dan mengagungkan.

Ahli Tafsir Al-Quran itu mempertegas dialog di atas dengan pendekatan tafsirnya bahwa ternyata Allah memilih pemimpin atau khalifah di muka bumi dengan kualifikasi tidak hanya atau tidak  cukup hanya dengan  taqdis dan tasbih saja.

“Tidak cukup hanya berzikir dan sibuk dengan mengagungkan Allah saja seperti malaikat,” tegasnya

Tetapi butuh kualifikasi lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kemampuan untuk melalukan perubahan inovasi) dan semangat membangun kolektifitas atau kebersamaan.

TGB menjelaskan bahwa memang benar manusia punya potensi  menumpahkan darah tetapi dari mereka dilahirkan  para Nabi dan  rasul serta Ulama sehingga kemanfaatan potensi kebaikan yang dimiliki jauh lebih besar daripada potensi merusaknya.

Artinya, kata TGB, manusia dipilih  bukan karena sempurna tapi manusia mampu juga mengkonvensasikan  potensi destruktifnya menjadi perubahan-perubahan yang lebih  baik.

Untuk itu, Gubernur yang ulama kharismatik itu mengajak ummat untuk senantiasa mengelola kepercayaan  Allah dengan mewujudkan dan  mengisi kehidupan dengan kebaikan.

“Pupuklah Semangat kebersamaan dalam kebaikan, dan jangan pernah sibuk mencari cari kesalahan dan aib orang lain palagi fitnah dan  ghibah,” pesannya.

TGB mengingatkan  agar lebih baik mencari sahabat dalam kebaikan sebanyak banyaknya, apalagi Rasul mencontohkan bahwa seorang Nabi/Rasul pun sangat membutuhkan sahabat termasuk di dalamnya adalah semangat membangun kolektifitas serta bagaimana memberi apresiasi ke para sahabatnya.

“Teruslah belajar, karena pelajaran bisa terbangun  dari mana saja,” ujarnya.

Comments

comments