Tingkatkan Peran Tanggulangi Radikalisme, Pascasarjana UIN Mataram Gelar Seminar Nasional

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Dalam rangka lebih meningkatkan peran perguruan tinggi keagamaan untuk menanggulangi kekerasan dan ekstremisme yang semakin berkembang saat ini, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN)  Mataram menggelar seminar nasional bertempat di salah satu hotel Mataram, Sabtu (25/11/2017)

MEDIUM IKLAN

Ketua Panitia sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana UIN Mataram,  Dr. Adi Padli mengatakan, seminar nasional ini sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan girah dan menegaskan bahwa Pascasarjana UIN Mataram mengembangkan Islam Rahmatan Lilalamin.

LOW HOT IKLAN

“Adapun pesertanya berasal para tokoh lintas agama, akademisi dari perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di pulau Lombok dan dosen-dosen serta mahasiswa, khususnya mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com

Hadir sebagai narasumber, Prof. Akh Muzakki menyampaikan bahwa arus globalisasi yang semakin cepat dan perkembangan komunikasi juga demikian hebat dan canggih. Hal ini memberikan dampak pola pendidikan agama.

“Dulu orang belajar agama menjadi semakin santun, semakin lembut, tetapi sekarang belajar agama membuat orang semakin keras dan radikal,” ungkapnya

Sementara pembicara kedua, Rektor UIN Mataram, Dr. H. Mutawalli memaparkan tentang asal usul radikalisme dan ekstremisme dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa pada umumnya semua nilai yang terkandung dalam Al Qur’an adalah Rahman dan Rahim atau kasih sayang.

“Maka, tugas kita semua membumikan visi kemanusiaan untuk saling mengembangkan toleransi, berdakwah dengan cara yang indah, membangun silaturrahmi untuk melawan ekstremisme dan radikalisme,” tegasnya

Pada kesempatan yang sama,  Direktur Pascasarjana UIN Mataram,  Prof. Dr. Suprapto menyampaikan materi tentang berbagai motif ekstremisme melalui pendekatan research mendalam yang dilakukan di Indonesia.

Dia menekankan pentingnya pendidikan Dirosah Islamiyah dan kewarganegaraan, dalam rangka mengembangkan pola pikir dan prilaku toleransi.

“Kita bertanggung jawab untuk mengikis habis prilaku intoleransi pada para pelajar dan mahasiswa,” imbuhnya

Comments

comments