TGB Minta BPLS Lebih Utamakan Promosi Yang Bernuansa Penguatan Agama Budaya Daerah

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggali nilai -nilai dari agama dan kebudayaan sebagai modal dan sendi-sendi membangun NTB yang kental dengan budaya keislamannya.

MEDIUM IKLAN

“Saya minta agar event tahunan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) lebih menekankan aspek-aspek promosi yang bernuansa penguatan agama dan kebudayaan daerah,” ujar Tuan Guru Bajang saat membuka BPLS 2017 ditandai dengan pemukulan Gendang Belek Di Taman Sangkareang Mataram, Jum’at (18/8).

LOW HOT IKLAN

Tuan Guru Bajang berharap festival kebudayaan ini dapat menjadi filter terbaik dalam mencegah nilai-nilai asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan masyarakat NTB yang religius.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai filter bagi masyarakat, khususnya generasi muda menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompetitif ini,” ajaknya.

Gubernur TGB hadir didampingi Istri Hj. Erica Zainul Majdi yang menggunakan busana adat Sasak. Hadir juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB, diantaranya, Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin beserta istri, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvei Rupaidah, Danrem 162 Wira Bhakti, Danlanal Mataram, Danlanud Rembiga, Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana yang masing-masing juga menggunakan pakaian adat asli NTB yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Tuan Guru Bajang menegaskan bahwa beriman dan berbudaya adalah benteng terkuat dari modernitas kemajuan dunia.

“Itulah sebabnya beriman dan berdaya saing menjadi visi yang senantiasa diusung dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat,” tandasnya.

Tuan Guru Bajang juga mengatakan, promosi, inovasi dan kreasi pembangunan yang ramah budaya, akan membuat daeah kita semakin atraktif untuk kunjugan wisatawan.

Gubenur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi bersama Wakil Gubenur, H. Muh Amin saat pemukulan Gendang Belek sebagai tanda BPLS dimulai
Gubenur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi bersama Wakil Gubenur, H. Muh Amin saat pemukulan Gendang Belek sebagai tanda BPLS dimulai

BPLS merupakan Festival yang dilaksanakan selama satu bulan sejak 18 Agustus 2017 hingga 16 September 2017 mendatang, dengan menyuguhkan kolaborasi seni tradisional dan modern di berbagai destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.

Kemeriahan masyarakat menyambut event kebudayaan Lombok dan Sumbawa tersebut, tampak dari kehadiran 1.500 peserta mengikuti pawai “Lombok Sumbawa Karnival” tahun 2017.

Peserta pawai tersebut merupakan perwakilan dari 10 Kabupaten/Kota se- NTB dan juga paguyuban-paguyuban dari berbagai daerah lain di Indonesia yang ikut berpartisipasi.

Sebelumnya, ditempat yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Bisnis Pasar dan Pemerintahan, Dr. Tazbir mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah Provinsi NTB dalam mempromosikan dan memajukan pariwisata NTB.

“Dalam pantaun kami kontribusi NTB saat ini tidak bisa dipungkiri dalam memajukan Pariwisata Nasional,” ungkapnya.

Salah satu contoh dari upaya Pemda NTB meningkatan  arus kunjungan wisata mancanegara, kata Tazbir seperti Charter flight dari korea yang  diharapkannya, pada saatnya nanti akan menjadi penerbangan reguler.

Sebanyak 28 acara utama dan 39 rangkaian acara disiapkan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk para wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa dalam pelaksanaan BPLS.

“Diantaranya Lombok Sumbawa Karnival, Lombok Sumbawa Night Exhibition, Festival Kota Tua Ampenan, Festival Pesona Mandalika, Parade Kemerdekaan Indonesia, Idul Adha Religious Night Festival, GFNY Indonesia 2017, Tunaq Inter Fishing Contest, Kaliantan Kite Festival, Festival Moyo, International Halal Travel Fair, Sembalun Holtikultura Festival, Festival Gili Tramena Begawe, Festival Senggigi, Festival Film Pendek, Lombok Sumbawa Photo Contest,” jelasnya.

Comments

comments