Tengelam Sudah Nelayan Dan Aktifis Nelayan

Oleh Zainul Abidin An-Suma

EXTRA HOT IKLAN

OPINI – Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, yang diambil dari Novel karya Prof. Dr. Hamka. Bahwa peristiwa yang membuat histeris adalah Ketika Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang ditumpangi oleh Perempuan Cantik asal Padang Panjang yaitu Hayati. Tenggelam Kapal itu, menenggelamkan semua pinta, cinta, suara hati, dan memupuskan cinta damai, di hati Zainudin, Lelaki Makasar berdarah Minang.

MEDIUM IKLAN

Lantas, tidak begitu penat dan tersiksa batin dan nurani ini. Dengan dinamika bangsa, terutama kasus Nelayan Indonesia saat ini.  Bagaimana tidak, Nelayan dan Aktifis Nelayan Indonesia di Tengelamkan, ini bukan sekedar cerita Fiktif seperti tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

LOW HOT IKLAN

Saat ini, Nelayan dan Aktifis Nelayan Indonesia ditenggelamkan seluruh harapan, mimpi, dan masa depannya. Sehingga samudra, laut  yang masih luas terlihat banyak karang, dan berkabut.

Memang, terasa begitu ganjil, Nelayan Indonesia begitu tegelincir dan Pupus, terasa jiwa ini mangkrak, tidak mampu untuk merasionalitaskan diri merekai sendiri, sebagai Nelayan dan Aktifis Nelayan.

Tepatnya, Selasa, 22 Agustus 2017. Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI), Dan Fungsionaris Aliansi Nelayan Indonesia (ANI), Boeng Rusdianto Samawa, ditetapkan sebagai tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik dan UU ITE. Karena aktif dan konsiten menggerakan, mengkritik, dan menyuarakan aspirasi Nelayan Indonesia. Boeng Rusdianto Samawa berdiri kokoh dibarisan Nelayan Indonesia.

Meluruskan Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang hematnya, menegelamkan masa depan, dan kehidupan Nelayan.

Sekilas memang saat ini, Boeng Rusdianto Samawa dan Nelayan Indonesia, ditantang jiwanya, bagaimana tidak, karena yang dihadapi adalah kekuasaan dan Pemilik kapital padat.

Maka Boeng Rusdianto Samawa dan Nelayan Indonesia bertekuk lutut di Media Mainstreem. Bahwa hujatan dan Fitnah nyata diterima oleh Boeng Rusdianto Samawa dan Nelayan Indonesia yang menyuarakan haknya untuk diakomodasi penderitaannya oleh Presiden Indonesia, Bapak Jokowi Dodo.

Ini, penderitaan, ketertindasan, dan Ketidakadilan yang nyata, yang diterima oleh Boeng Rusdianto Samawa dan Nelayan Indonesia. Yang harus segera diluruskan dan dikibarkan panji kebenaran di Bangsa Indonesia.

Maka jangan sampai kita terus dikucilkan, dan kriminalisasi secara sistematis, terstruktur, dan berkembangbiak, Nelayan Indonesia dan Aktifis Nelayan Indonesia.

Dikarenakan pada dasarnya, Nelayan Indonesia dan Aktifis Nelayan, menjadi penakluk dan sekaligus penjaga kedaulatan negara maritim pada, masa lalu dan saat ini. Dan memang pada dasarnya bangsa indonesia terlahir dari rahim, nenek moyang pelaut.

Seakan nelayan terusir dari dunia yang sudah menyatu dari Ribuan tahun yang lalu. Menyimak dinamika nelayan saat ini, nelayan Indonesia tidak akan pasrah pada penindasan ini. Dan akan terus berjuang untuk mendapatkan kebebasan dan kedaulatan Nelayan dan Aktifis Nelayan Indonesia *

Penulis : Simpatisan Nelayan dan Aktifis Nelayan Dan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia

Comments

comments