PMKRI Mataram Turut Bela Sungkawa Atas Korban Pembantaian Di Myanmar

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Mataram mengatakan bahwa kekejian yang terjadi pada etnis Rohingya Myanmar merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

MEDIUM IKLAN

 

Kejahatan yang disebabkan oleh adanya pertarungan kelompok kekuasaan yang melibatkan Negara (Militer, Polisi, Pemerintah Myanmar) dan Pengusaha. Kekerasan tersebut Mulai mencuat sejak tahun 2013 hingga sekarang yang menjadi perhatian Dunia.

LOW HOT IKLAN

 

“Kami menilai bahwa kekejian kemanusiaan terhadap etnis Rohingya Di Myanmar berpotensi mengganggu ketertiban Dunia. Apa lagi ada oknum yang menggiring persoalan tersebut sebagai kekerasan terhadap Agama tertentu,” ujar Ketua PMKRI Mataram, Adrianus Umbu Zogara kepada MetroNTB.com, Minggu (3/9)

 

Menurutnya, kekejian terhadap etnis Rohingya semata-mata merupakan upaya perebutan tanah dan sumber daya secara paksa, baik minyak ataupun gas bumi.

 

“Maka, PMKRI Mataram mengutuk kekejian terhadap etnis Rohingya Di Myanmar, karena kejahatan luar biasa Pemerintah Myanmar,” tegas Zogara

 

Sebagai upaya untuk mewujudkan ketertiban dunia, PMKRI mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap dalam menghentikan kekejian tersebut.

 

“Baik dengan cara mendorong PBB memberikan hukuman kenegaraan terhadap Pemerintah Myanmar dan menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya,” tandasnya

 

Selain itu, Pemerintah Indonesia harus mengontrol pemberitaan cetak dan elektronik (online) agar persoalan tersebut tidak digiring pada persoalan suku, ras, atau agama

 

“Maka, kami mendorong Pemerintah Indonesia untuk menjaga ketertiban dan menghentikan jika ada oknum yang menggiring kasus Rohingya sebagai pertentangan antar golongan atau agama,” imbuhnya

 

Ditambahkannya, PMKRI Mataram menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dengan mencari berita dari media yang teruji dan terpercaya.

 

“PMKRI Cabang Mataram turut berbela sungkawa terhadap korban pembantaian terhadap etnis Rohingya di Myanmar,” kata Zogara menambahkan

Comments

comments