Maulana Syaikh Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahasiswa Lombok Di Jakarta Gelar Tasyakkuran

EXTRA HOT IKLAN

JAKARTA, MetroNTB.com – Pendiri Nahdlatul Wathan, TGKH Zainuddin Abdul Madjid yang dikenal dengan Maulana Syaikh telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo disambut dengan rasa syukur dan bahagia oleh seluruh warga NTB. Pasalnya, Maulana Syaikh adalah satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari NTB.

MEDIUM IKLAN

Sebagai wujud rasa syukur rasa syukur, kebanggaan dan gembira tersebut, perkumpulan mahasiswa Lombok di Jakarta menggelar tasyakkuran, Kamis (9/10/2017)

LOW HOT IKLAN

“Tasyakkuran yang diprakarsai oleh Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta ini diisi dengan membaca shalawat Nahdhatain, hizib, dan napak tilas perjuangan Maulana Syaikh,” ujar Ketua PKC PMII DKI Jakarta Daud Gerung melalui keterangan tertulis MetroNTB.com

Daud mengatakan, mahasiswa dari berbagai kampus turut hadir pada acara tasyakkuran tersebut sekaligus sebagai momentum untuk mempererat tali silaturrahim di antara sesama mahasiswa rantau.

Mahasiswa rantau yang hadir dalam acara tersebut menyiratkan perasaan yang sama, yakni rasa bangga dan bahagia atas penganugerahan gelar pahlawan kepada Maulana Syeikh.

“Sebab, penganugerahan gelar pahlawan tersebut bukan semata-mata sebuah pemberian gelar, melainkan juga berarti pengakuan negara atas andil Maulana Syeikh dalam membangun bangsa dan negara,” terang Mahasiswa asal Gerung Lobar ini.

Kata Daud, selama ini masyarakat NTB cukup lama menunggu hadirnya seorang tokoh daerah yang diakui secara nasional kiprahnya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa dan negara.

Maulana Syeikh sejatinya telah menjadi pahlawan bagi warga NTB dan penganugerahan gelar pahlawan oleh negara berarti pengakuan bahwa Maulana Syeikh adalah pahlawan bagi bangsa Indonesia.

“Ini lah yang membuat warga NTB bangga dan bersyukur atas penganugerahan gelar pahlawan tersebut,” tuturnya

Budayawan Sasak ini juga mengatakan bahwa momentum penganugerahan gelar pahlawan Nasional ini patut dijadikan sebagai panggilan komunitas dan panggilan primordialisme identitas ke Sasakan.

Meskipun beliau telah tersibghoh dengan berjuta pengalaman tapi tidak melupakan dari mana asal muasal beliau berangkat sehigga menjadi orang terpandang.

“Pemuda Sasak harus ambil Posisi sebagai penyampai misi visi keagamaan dan kebangsaan yang tak kenal siang dan malam. Tak kenal lelah dan menyerah,” imbuhnya

Dalam acara tasyakkuran tersebut, para mahasiswa yang hadir mengharapkan semoga penghargaan gelar pahlawan kepada Maulana Syeikh ini dapat menjadi momentum bagi munculnya perbaikan dalam pembangunan NTB dan perkembangan Nahdlatul Wathan secara khusus ke arah yang lebih baik.

Saat ini pemuda Sasak harus mempertegas komitment entitas dan identitas agar mampu bersaing dan berkiprah untuk Indonesia.

“Sebagaimana yang tertuang dalam syair beliau, Ballighil ayyyama wallayaaliya, pemuda Sasak harus ambil posisi sebagai penyampai misi visi keagamaan dan kebangsaan yang tak kenal siang dan malam. Tak kenal lelah dan menyerah,” kata Daud menambahkan

 

Comments

comments