M16 : Slot Wisata Lotim Dan KLU Perlu Dibenahi

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – M16 melihat angka kunjungan wisata ke NTB dalam beberaoa tahun ini meningkat pesat. Hal ini tidak terlepas dari peran Oemda yang gencar mempromosikan destinasi wisata ke berbagai pihak baik dalam dan mancanegara.

MEDIUM IKLAN

“Ini patut diapresiasi atas kerja keras dan strategi promosi wisata oleh Pemda, khususnya melalui Dinas Pariwisata maupun para pihak yang terkait,” ujar Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto melalui siaran pers yang disampaikan ke MetroNTB.com usai melihat dari dekat beberaoa obyek wisata di Lotim dan KLU, Sabtu (2/12/2017)

LOW HOT IKLAN

Rombongan Tim M16 yang berjumlah empat orang yakni Direktur M16, Abdul Majid, Nuairi dan Hendra Kesumah mengunjungi beberapa lokasi wisata di Lotim diantaranya, Pemandian Lemor, Sembalun dan Kabupaten Lombok Utara diantaranya desa Adat Karang Bajo, Pelabuhan Amor Amor, Rest Wisata di daerah Kayangan.

M16 menilai bahwa secara keseluruhan infrastruktur penunjang di area wisata sudah cukup baik, terutama akses jalan hotmix, khususnya Suela menuju Sembalun, termasuk lokasi tanah longsor di Pusuk pas Lombok Timur sudah dibangun dan diperbaiki dengan membuat tembok terasiring sepanjang tebing yang longsor.

“Arus lalu lintas lancar, warga sembalun bisa melewati kawasan yg longsor bbrp waktu lalu,” ujar Majid

Sementara itu area Rest Arena di Pusuk pas Sembalun sudah tertata dengan baik dan nampak indah.

“Yang kurang adalah MCK yang tidak disediakan, termasuk lampu penerangan jalan yang tidak ada,” sambung Nuairi sembari mengatakan, jika dikawasan tersebut ada lampu oenerangan jalan, maka mobilitas warga akan meningkat, otomatis perputaran ekonomi juga bertambah pesat.

Sementara itu Dewan Pendiri M16, Hendra Kesumah menyoroti soal kebersihan lingkungan di kawasan desa wisata Sembalun yang belum optimal dilakukan oleh warga setempat.

Selain itu disepanjang jalanan Sembalun juga tidak nampak tong ting sampah untuk publik.

“Kesadaran warga Sembalun tentang kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan dan di edukasi secara sistematis,” ungkap Hendra yang juga Koordinator Jaring Pela Bali Nusra sambil berkata bahwa image wisatawan itu sangat sensitif soal kebersihan lingkungan.

Selanjutnya Nuairi juga menyoroti pintu masuk ke desa adat karang bajo, khususnya di pertigaan senaru , penataan kios kios kuliner disepanjang jalan tidak tertata dengan baik.

“terkesan Pemda KLU tidak melakukan ‘sentuhan’ apapun untuk memberdayakan mereka ,”lanjut Nuairi sembari mengatakan dari dulu di kawasan tersebut tidak ditata dengan baik.

Lebih jauh Abdul Majid juga mengamati di kawasan pelabuhan Amor Amor KLU , lapak lapak pedagang kuliner tidak tertata dengan rapi.

“Padahal jika ditata dengan baik dan rapi, maka kawasan Amor Amor akan ramai dikunjungi karena lokasinya yg strategi dan romantis dengan deburan ombak tepi lautnya itu,” pungkasnya.

Comments

comments