Lobar Didaulat Sebagai Kampiun Utama Di Ultah PMI Ke 72

EXTRA HOT IKLAN

BOGOR, MetroNTB.com – Dalam rangka merefleksi perjalanan Palang Merah Indonesia (PMI) ke-72, satuan relawan yang dibentuk tepat sebulan sesudah proklamasi itu memberikan apresiasi kepada lebih dari dua puluh lima Pemerintah Kabupaten/ Kota atas dukungannya terhadap pembangunan, utamanya terhadap penanggulan bencana.

MEDIUM IKLAN

Kabupaten/Kota itu adalah Kab. Bojonegoro, Jakarta Selatan, Karawang, Kab. Wonogiri, Kab. Bogor, Kab. Aceh Jaya, Surakarta, Mataram, Batam, Kab. Cilacap, Jakarta Utara, Kab. Malang, Ternate, Cilegon, Kab. Lombok Timur, Semarang, Kab. Rotendao, Kab. Sikka, Makasar, Kab. Pandeglang, Kediri, Manado, Kab. Lombok Barat, Kab. Banyuwangi, Kab. Demak, dan Kab. Bandung.

LOW HOT IKLAN

Dari keseluruhan Kabupaten/ Kota tersebut, PMI lalu memilih lima Kabupaten/ Kota sebagai Kampiun Utama dalam lima kategori.

“Kab. Lobar didaulat sebagai Kampiun Utama dalam kategori Kabupaten dengan Pengembangan Ekonomi Pesisir Terbaik. Empat kategori selain itu diraih oleh Kab. Wonogiri, Kota Surakarta, Kab. Demak dan Kab. Bogor,” ujar Kabag Humas Pemkab Lobar, H. Saiful Ahkam melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com

Ahkam mengatakan, prestasi tersebut sangat prestisius dalam ajang Temu Nasional Sibat ke II yang diselenggarakan oleh PMI sejak tanggal 17-22 September 2017.

“Penganugerahan itu diberikan langsung oleh Pelaksana Harian Ketua Umum PB PMI Ginandjar Kartasasmita kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid selaku Ketua Umum PMI Kab. Lobar,” katanya

Organisasi kemanusiaan yang dipimpin Fauzan dinilai berhasil dalam mengembangkan potensi mangrove di wilayah Dusun Cemare di Desa Lembar Selatan.

Penanaman mangrove yang dilakukan oleh PMI lobar tidak sekedar mampu mengantisipasi bencana akibat air laut pasang (rob), namun juga memberikan potensi ekonomi bagi warga sekitar.

Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang menghimpun relawan tangguh bencana di Dusun Cemare bahkan telah mampu menghasilkan madu yang khas dari lebah dan bunga mangrove.

“Rasanya berbeda dan lebih berkhasiat dari madu-madu lainnya,” ujar Atun, salah satu pendamping SIBAT lobar di hadapan Fauzan saat dikunjungi di stand pameran.

Pemberian anugerah itu sendiri untuk memotivasi Pemerintah Kabupaten/ Kota dalam menjalankan peran lebih PMI dalam konteks kemanusiaan.

“Bila dahulu PMI lahir sebagai akibat bencana perang, maka fungsi PMI saat ini adalah untuk mengantisipasi dan menanggulangi ekses bencana alam yang bisa terjadi kapan saja,” papar Ginandjar Kartasasmita sesaat setelah menganugerahkan piagam dan plakat penghargaan kepada para kampiun utama.

Fauzan Khalid sendiri sangat antusias dengan pengakuan pusat atas PMI yang dipimpinnya di daerah.

“Ini capaian luar biasa. Kita telah mampu menanami 60 hektar area dengan potensi magrove dapat berkembang sampai 80%. Terlebih lagi kalau kita mampu mengembangkan potensi ekonomi dari area mangrove itu,” ujar Fauzan menyemangati anggota utusan dari SIBAT lobar di area Temu Nasional SIBAT ke II yang dibuka hari ini, Ahad (17/09) dan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Gunung Pancar Sentul Kab. Bogor.

Comments

comments