KNPI Untuk Siapa?

Oleh : Hajairin, SH., Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bima

EXTRA HOT IKLAN

OPINI – Sebagai pemuda Kabupaten Bima, penulis merasa bahwa Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tidak lagi menunggangi kepentingan pemuda tetapi justru menunggangi kepentingan-kepentingan politik di Kabupaten Bima, Padahal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai organisasi yang bermitra dengan Pemerintah Daerah harusnya lebih memfokuskan untuk bagaimana menyampaikan tentang kondisi pemuda itu sendiri, serta bagaimana membangun Kabupaten Bima melalui terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pemuda. Namun semua ini tidak berada dalam bingkai yang diharapkan, justru kemunafikan dan penghianatan kepada seluruh pemuda yang dilakukan oleh pengurus KNPI Kabupaten Bima dibawah kendali Ferdiansyah, hal menunjukan kegagalan secara struktural dalam Tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terhadap menfasilitasi ide dan gagasan pemuda Kabupaten Bima yang cukup bagus selama ini.

MEDIUM IKLAN

Sejak Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia tiga tahun yang lalu dibawah kepemimpinan Ferdianysah atau di sapa (Dae Ade) KNPI Tidak lebih sebagai lembaga yang sifatnya pelengkap struktural saja, sebab tidak ada satupun agenda yang dilakukan oleh KNPI Kabupaten Bima dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan pemuda, dalam rangka memelihara Persatuan dan Kesatuan Nasional atau Terberdayakannya potensi pemuda dalam segala aspek kehidupan bangsa, guna terciptanya Ketahanan Nasional yang mampu menjamin kesinambungan perjuangan dan pembangunan Nasional. Itulah sebabnya mengapa sebenarnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bima mestinya berfungsi sebagai wadah perjuangan pemuda dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan. Sementara mengenai Bagaimana kita menemukan fungsi tersebut sama dengan orang buta kita cari yang membawa motor di jalan raya, betapa tidak hal itu sulit kita temukan kalau misalnya kita arahkan pada kinerja Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bima selama ini.

LOW HOT IKLAN

Kalau memenag demikian pertanyaanya adalah KNPI ini untuk siapa dan bergerak untuk kepentingan siapa?, semua ini bisa kita tela,ah secara Historis, Sosilogis, dan Yuridis dalam memahami peran dan fungsi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai legitimasi pemuda di Kabupaten Bima, sehingga kita semua dapat menemukan yang sebetulnya KNPI ini untuk siapa?. Tentunya KNPI adalah untuk pemuda dan pemberdayaan pemuda dalam segala aspek yang ada sesuai dengan keahlian dan kemampuan pemuda itu sendiri. Mengenai apa yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir ini oleh KNPI Kabupaten Bima adalah Musyawarah Daerah (MUSYDA), Rakerda Dan Muscab-Muscab Di Kecamatan, yang pada prinsipnya bukanlah fokus utama dari pada gerakan dalam sejara lahirnya organisasi pemudan tersebut.

Semua ini dapat menghancurkan karakter pemuda dan mengarahkan pikiran pemuda pada politisasi dan kepentingan pragmatis sesaat saja. Sementara di Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, KNPI Mendapatkan anggaran yang sangat besar, antara Seratus Lima Puluh Juta Rupiah samapi dengan Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah pertahunya. Semua ini berawal dari asumsi bahwa bagaimana DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bima dapat menaungi seluruh pemuda yang ada. Sehingga apabila KNPI Kabupaten Bima menanungi seluruh pemuda di Kabupaten Bima sebenarnya harus memberikan Pelayanan kepemudaan dengan gerakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda di Kabupaten Bima, Hal inilah yang telah di legalisasikan melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, namun hal ini begitu jauh dari harapan pemuda di Kabupaten Bima.

Berangkat dari kegagalan serta penghianatan selama tiga tahun ini oleh KNPI kepada pemuda Kabupaten Bima, kemudian dalam dua bulan kedepan DPD KNPI Kabupaten Bima kembali ingin melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSYDA), sebetulnya semua orang mengenatahui bahwa hal itu sebagai bagian dari pada pergantian kepemimpinan dan pertanggungjawaban selama tiga tahun terakhir, lalu apa yang mau di pertanggungjawabkan sementara tidak melaksanakan kerja apapun dalam pemberdayaan pemuda sebagai tanggung jawab Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu sendiri. Selain itu hak pemuda dalam berperan aktif sebagai kekuatan moral, seperti menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, atau pemuda dalam kontrol sosial untuk memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum dalam hal ini di Kabupaten Bima.

Oleh karena demikian Musyawarah Daerah (MUSYDA) KNPI yang di rencanakan akan dilaksanakan kedepanya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian dan pertanggungjawaban periode sebelumnya, tetapi harus di fokuskan secara menyeluruh kepada efaluasi terhadap kelemahan-kelemahan yang selama ini dihadapi oleh pemuda pada umunya dan termasuk KNPI itu sendiri, semua ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja dan gerakan pemuda dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kedepnya, tentunya dalam rangka membangun pemudanya kemudian membangun daerahnya yakni Kabupaten Bima itu secara bersama.

Sementara safari politik telah mulai dilakukan oleh calon-calon ketua DPD KNPI Kabupaten Bima periode 2017-2020, tentunya hal ini semakin memanas di internal pemuda itu snediri, namun yang menarik adalah Ferdianysah yang saat ini sebagai ketua juga kelihatanya masih mempunyai keinginan untuk memimpin KNPI Kabupaten Bima tersebut untuk kedua kalinya. Menurut penulis tidak masalah memimpin dalam dua periode karena sesuai dengan aturan yang berlaku, namun mestinya Ferdianysah sebagai Nahkoda KNPI harusnya merasa malu dengan kegagalannya dalam memimpin KNPI Kabupaten Bima selama ini, pencitraan di balik kebohongan dan kemunafikan harusnya di hentikan oleh individu-individu pemuda saat ini yang berkepentingan pada Musyda KNPI April kedepanya, dan yang paling mencengankan adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bima ini terlihat hanya pada momen-momen MUSYDA saja, sementara setelah itu mereka semua menghilang entah kemana.

Kritikan di atas ini adalah bentuk keprihatinan penulis terhadap kondisi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bima selama ini, yang tentunya menjadi bahan dan refleksi bagi penulis dan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kedepanya, agar bagaimana memaknai pentingnya pemberdayaan, perumusan gagasan sebagai gerakan Inovasi dan Progresif KNPI yang selama ini kehilangan arah dan tidak bertanggungjawab. Sebab membangun pemuda melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bermoral dan bermartabat haruslah kita lakukan secara seksama mulai saat ini, semua ini dalam rangka bagaimana membangun Daerah dalam perspektif masyarakat Kabupaten Bima.

Comments

comments