Hongkong Jamin Perlindungan TKI

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin menerima Konjen RI untuk Hongkong, Tri Thariyat, dan rombongan asosiasi PPTKI Hongkong di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (6/12/2017)

MEDIUM IKLAN

Kepada Konjen dan Perwakilan Asosiasi PPTKI Hongkong, Mr. Cheung Kit Man, Wagub Amin meminta jaminan bahwa seluruh tenaga kerja Indonesia khususnya dari NTB benar-benar mendapatkan perlakuan yang baik dan profesional sesuai dengan kemampuannya.

LOW HOT IKLAN

“Karena setinggi-tingginya pendapatan yang mereka dapat, bila perlakuan yang diterima tidak manusiawi maka gaji yang tinggi itu tidak akan ada artinya,” ujarnya.

“Bila perlu lakukan pendampingan terhadap tenaga kerja indonesia khususnya dari NTB,”

Amun sangat mengapresiasi perlakuan baik dari masyarakat Hongkong di tempat kerja warga  atau TKI NTB di Hongkong selama ini.

“Saya berharap kunjungan rombongan asosiasi PPTKI ini akan meningkatkan kerjasama antara Hongkong dengan pemerintah RI khususnya pemerintah daerah NTB,” tandasnya

Tentunya, peningkatan hubungan diplomatik tersebut akan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Khusus untuk TKI asal NTB, sekali lagi saya berterimakasih atas perlakuan baik dan perlindungan pemerintah hongkong pada warga kami,” ucap Amin

Sementara, Konjen RI untuk Hongkong Tri Tharyat memastikan bahwa TKI yang bekerja di Hongkong akan mendapat perlindungan hukum apabila di kemudian hari saat bekerja disana tersangkut kasus hukum.

“Dalam catatan KJRI Hongkong, sebanyak 157 ribu TKI Indonesia yang bekerja di Hongkong hanya 4800 saja tenaga kerja yang berasal dari NTB,” terangnya

Lanjutnya, Hongkong satu destinasi kerja yang telah memberikan perlindungan yang sangat baik kepada TKI dan tenaga asing lainnya.

“Dengan serangkaian aturan-aturan yang sangat positif ditambah kerjasama yang sangat baik antara KJRI dengan otoritas di Hongkong,” sambungnya

Perwakilan Asosiasi PPTKI Hongkong, Mr. Cheung Kit Man mengungkapkan bahwa saat ini Hongkong membutuhkan tambahan pengiriman tenaga kerja baik dari Indonesia maupun negara lainnya.

“320 ribu tenaga kerja asing yang bekerja di Hongkong, separuhnya berasal dari Indonesia. Kami harap ada penambahan tenaga kerja sebesar 75% baik dari Indonesia maupun negara lainnya,” ungkapnya

Karena, kata populasi lansia di hongkong meningkat, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk merawat mereka.

Dia juga mengatakan, dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja diharapkan gaji pembantu rumah tangga di Hongkong juga meningkat.

“Saya menginformasikan pada saat sekarang ini gaji minimum untuk tenaga kerja di Hongkong paling tinggi di asia dan timur tengah, diperkirakan bila dirupiahkan sebesar 7,6 juta,” pungkasnya

Comments

comments