Gubenur NTB Berikan Kuliah Umum “Politik Perspektif Islam“ Di UNIDA

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi memberikan kuliah umum tentang politik perspektif Islam di Universitas Darussalam Gontor Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Sabtu, (9/9)

MEDIUM IKLAN

Dalam kuliah umum tersebut, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan Gubernur NTB itu mengupas tema: Peran strategis dan politik dalam memandirikan bangsa Indonesia dari perspektif Islam.

LOW HOT IKLAN

Gubernur TGB disambut suka cita oleh ratusan mahasiswa dan civitas akademika di Kampus tersebut.

Wakil Rektor UNIDA Gontor, Dr. Hamid Fahmi Zarkasi menyatakan TGB sebagai seorang Gubernur NTB sekaligus seorang ulama penghafal Al-Qur’an.

“Kehadirannya dinantikan untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa dan civitas akademika Kampus Unida Gontor,” ungkapnya.

Ia berharap santri-santri lulusan Gontor harus dapat mencotoh pengabdian TGB untuk bangsa ini. Menurutnya seorang santri dan ulama pun bisa masuk kedunia politik untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Mari hilangkan pendapat masyarakat bahwa santri harus selalu jadi kiyai, tapi santri harus dapat masuk dan mengambil peran dalam dunia politik untuk memberikan pengabdian terbaik membangun bangsa Indonesia ini,” imbuhnya

Mengawali penyampaian materi kuliahnya, TGB menyatakan, kehadirannya di  Kampus UNIDA Gontor merupakan sebuah kehormatan. Bukan hanya untuk bernostalagia dengan rekan seperjuangannya di Unverstas Al-Azhar Kairo Mesir.

“Tetapi juga kehormatan karena dapat bertemu langsung dengan para penulis buku dari para ulama dan cendikia di Unida Gontor yang selama ini sempat dibaca dan dipelajarinya,” ujarnya

Lebih lanjut TGB memaparkan, kepemimpinan yang efektif adalah yang memenuhi tiga kriteria. Antara lain, pertama, pemimpin yang dapat memberikan keadilan merata bagi masyarakatnya sehingga tidak ada ketimpangan dalam segala aspek.

Kemudian, Pemimpin  juga harus dapat memberikan rasa aman yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakatnya. Dengan demikian, akan tercipta rasa aman dan kedamaian dalam setiap aktivitas apapun dalam kehidupan sehari-harinya.

“Pemimpin yang efektif juga harus dapat melahirkan kesuburan dalam aktivitas ekonomi sehingga akan melahirkan hal-hal efektif dan terasa manfaatnya,” terangnya

Jadi, pemimpin yang efektif adalah yang dapat membangun optimisme kolektif dan gagasan-gagasan cerdas yang akan berkembang di masa mendatang.

Kepemimpinan dalam makna yang luas, mempengaruhi hukum yang berkeadilan, kertiban sosial yang ada.

“Sehingga tidak ada pembangkangan sosial dan ekonomi. Juga kepemimpinan yang efektif sangat mempengaruhi aspek-aspek tersebut,” katanya

Dalam pandangan TGB, Poilitik itu penting. Maka strateginya harus dirumuskan bagaimana memandang politik yang akan menghilangkan nada minor terhadap dunia politik itu sendiri.

Nada minor yang dimaksudkan  adalah  sistem politik atau kondisi yang membuat umat  menjauh dari politik dan melepaskannya sehingga mereka hanya akan menjadi penonton saja.

Sistem pemilihan langsung, menurutnya, telah memberikan kesempatan serta membuka ruang seluas-luasnya bagi semua orang untuk berkontribusi dan terlibat dalam politik.

TGB menambahkn, dengan dibukanya jalan politik ini, maka semua akan bisa masuk dari golongan manapun, artinya santiri dan pemuda islam juga harus mengambil peran untuk bisa masuk dalam politik akan semakin besar dari masa ke masa.

“Berlatihlah dan memampukan diri anda para santri untuk dapat berjalan dijalur yang tidak mudah ini, maka akan lahir pemimpin-pemimpin untuk indonesia yang berkarakterr dan berintegritas kuat di masa-masa yang akan datang,” katanya menambahkan

Comments

comments