Generasi Milenial, Potensi Kekuatan NU Masa Depan

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com – Generasi yang lahir di era 80 an sampai 90 an merepresentasikan karaktetistik yang unik dengan beragam ruang aktualisasi diri dalam berbagai sendi kehidupan.

MEDIUM IKLAN

“Generasi milenial memiliki ruang tersendiri dalam memotret sisi keagamaan, ideologi, partisipasi politik, nilai nilai sosial, pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, gaya hidup, teknologi dan internet. Generasi Milenial menjadi kekuatan NU masa depan,” ujar Koordinator GEN NU NTB,  Viken Madrid, Jum’at (24/11/2017)

LOW HOT IKLAN

viken menjelaskan, generasi milenial juga dikategorikan serba bisa, individual, global, terbuka, cepat terjun dalam dunia kerja, wirausahaa dan ramah teknologi.

“Bahkan generasi milineal akan mempengaruhi politik indonesia dan perputaran ekonomi bisnis ke depan dengan mengakuisisi 50 persen konsumen digital karena kedekatan generasi ini dengan koneksi internet,” jelasnya.

Lanjutnya, hal ini membuat Generasi milineal akan memegang kendali atas pembangunan Indonesia di masa depan dan mampu membawa bangsa ini menuju arah perubahan yang maju dan dinamis.

“Kenapa kita memandang generasi milenial di nahdlatul ulama? Karena generasi ini besar dan potensial dengan usia rata-rata produktif serta mendominasi pasar kerja,” kata Viken

Dikatakannya, dengan karaktetistik yang kritis, kreatif dan percaya diri, maka akan menjadi modal utama generasi milenial untuk menjadi pemimpin masa depan yang handal.

Bahkan di arus politik, dan pesta demokrasi pada 2019 akan di dominasi oleh generasi milenial karena mereka menguasai seluruh sistem dan sosialisi digital.

“Tentu kaum milenial punya kesiapan yang sesuai dengan tradisi perubahan dan kemajuan kekinian, mampu adaptatif dan inovatif dengan semangat kritis, perubahan dan pekerjaan serta inovasi dalam dunia bisnis,” terang Viken penuh semangat

Viken menambahkan, semangat generasi milenial yang melek teknologi ini dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki harus menjadi perhatian serius dan di rawat dengan nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah agar menjadi potensi dahsyat dan energi baru untuk mengisi kepemimpinan nasional dan memimpin perubahan arah bangsa menuju bangsa yang beradap dan bermartabat.

Mempertimbangkan dan melihat era generasi milenial Nahdlatul Ulama saat ini, maka penting kiranya dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Lombok untuk mendorong dan mengintervensi kepemimpinan nasional bagi generasi milenial Nahdlatul Ulama di semua level kepemimpinan.

“Generasi Milenial Nahdlatul Ulama berani Bersatu untuk jadi Presiden, Gubernur dan Bupati atau Wali Kota, ” kata Viken menambahkan

Comments

comments