Buka Muktamar GPII Ke XIII, TGB Ajak GPII Jadi Penggerak Perubahan Sosial

EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetroNTB.com –  Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi membuka secara resmi Muktamar Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) ke XIII, bertempat di asrama haji NTB, Senin (27/11/2017)

MEDIUM IKLAN

Dalam kesempatan tersebut,  Tuan Guru Bajang sapaan akrab Gubenur NTB mengajak Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) untuk mengambil peran sebagai penggerak utama perubahan sosial (social engineering) menuju Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur.

LOW HOT IKLAN

Sebagai penggerak perubahan sosial, kata TGB, maka GPII harus memiliki dua hal yang utama. Pertama, harus memiliki semangat kebersamaan dan selalu bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.

“Kedua, GPII juga harus memiliki iman dan taqwa yang kokoh sebagai nilai yang paling mendasar bagi seorang manusia. Yakni pengamalan nilai-nilai dasar Islam, dalam kehidupan nyata sehari-hari, baik sebagai peribadi maupun sebagai warganegara dalam  membangun  Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini,” terang dihadapan ratusan peserta Muktamar

Gubernur yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) ini menegaskan hal tersebut saat membuka Muktamar ke-13 GPII di Aula Asrama Haji NTB Kota Mataram Senin (27/11/2017).

TGB menegaskan, suatu perjuangan akan mencapai kesuksesan apabila ada orang-orang yang setia pada cita-cita itu.

“Cita-cita boleh saja hebat. Teori dari semua jalinan argumentasinya sudah tepat, mulai dari hulu sampai hilir sangat konsisten dan logis,” tegasnya

Tapi, lanjutnya, kalau cita-cita hebat ini, kalau teori yang sempurna itu, tidak ada orang-orang yang mengikatkan hati mereka untuk melaksanakannya maka nilai-nilai itu hanya akan menjadi tulisan-tulisan belaka.

“Selama ada pemuda GPII yang ikhlas lahir bathin menjadikan Islam yes, dan NKRI yes, maka insya Allah GPII akan terus maju,” tegas TGB

Sebagai organisasi yang pernah mengalami pembredelan di masa sejarahnya, TGB meminta GPII untuk menjadikan sejarah tersebut sebagai sebuah pupuk dan pelajaran dalam perjuangan GPII.

“Sehingga, kedepan GPII akan semakin kokoh dan kuat dalam gerak langkah yang nyata, sistematis, terencana dengan visi misi yang dimiliki,” imbuhnya

Selain itu, GPII harus memiliki peran dalam menjaga kebhinekaan bangsa kita dan  nilai-nilai baik yang ada  didalam Pancasila dan UUD 45.

“Didalam Pancasila dan  pembukaan UUD 1945, terdapat nilai – nilai kearifan masyarakat dan hal yang paling fundamental dalam kehidupan manusia yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata TGB

TGB berharap GPII  harus bekerja keras untuk menjaga nilai-nilai itu, menjaga consensus-konsensus kebangsaan, yang tidak hanya diwujudkan dalam acara seremonial belaka.

“Tetapi yang lebih penting adalah kerja-kerja yang terencana, bertahap dan terpadu untuk mewujudkan Indonesia yang gemilang di tahun 2045,” tandasnya

Menurut TGB, sebagai negara besar, dengan jumlah penduduk sekitar 258 juta jiwa dengan keragaman suku, bahasa daerah serta budaya, maka keragaman Indonesia tersebut dapat dijadikan modal sekaligus tantangan besar bagi seluruh anak bangsa.

“Sebagai modal besar, tentunya keberagaman itu harus tetap kita rawat melalui kerja dan gerakan-gerakan yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkannya, karena gerakan-gerakan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, maka GPII sebagai anak kandung dari revolusi, seluruh anggotanya harus menunjukkan semangat yang diwujudkan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.

“Semoga hal itu benar-benar terdapat dalam nafas perjuangan Gerakan Pemuda Islam Indonesia,” kata TGB menambahkan

Turut hadir juga dalam acara pembukaan tersebut Ketua DPD RI, Farouk Muhammad, Kapolda NTB, Brigjen Firly, M. Si, Danlanal Mataram, Danlanud Rembiga, Sekjen PB PMII, Sabolah serta sejumlah tokoh pemuda

Comments

comments